dimana bakteri tersebut mampou menggunakan sumber karbon sebagai energy yang

Dimana bakteri tersebut mampou menggunakan sumber

This preview shows page 13 - 16 out of 26 pages.

dimana bakteri tersebut mampou menggunakan sumber karbon sebagai energy yang kemudian mensintesis menjadi selulosa secara secara ekstraseluler sehingga sel-sel bakteri bakteri akan terperangkap di dalam lapisan fibliler selulosa. g. Starter Tersedianya starter yang baik merupakan faktor yang penting dalam memproduksi nata karena kualitas starter sangat menentukan hasil nata yang diperoleh. Pada pembuatan nata, starter yang digunakan berasal dari kultur cair acetobacter xylinum yang telah disimpan selama 3-4 hari sejak inokulasi. Pada masa penyimpanan itu, jumlah mikroorganisme akan mencapai maksimal. Jumlah starter yang ditambahkan berkisar antara 10 – 20% dari volume media fermentasi (Astuti, 1994). BAB II METODOLOGI PERCOBAAN
Image of page 13
2.1 Alat-Alat yang Digunakan 1. Kain kasa halus (penyaring) 2. Beaker Glass 3. Timbangan digitial 4. Kompor 5. Jangka sorong (penggaris) 6. Panci 7. Oven 8. Kertas pH 9. Gelas ukur 10. Cawan porselin 11. Batang pengaduk 12. Tissu 13. Wadah fermentasi 2.2 Bahan-Bahan yang Digunakan 1. Air kelapa yang diperoleh dari produsen kelapa 2. Starter (bibit Acetobacter xylinum) 30% 3. Gula pasir 4. ZA 5. Asam asetat 1.2 Prosedur Percobaan 1.2.1 Persiapan Medium Dalam pembuatan nata de coco , medium yang digunakan adalah air kelapa yang baru dihasilkan dari pengolahan kelapa dan air kelapa. Sebelum digunakan sebagai medium pertumbuhan acetobacter xylinum, air kelapa ini terlebih dahulu diendapkan dan disaring. 1.2.2 Persiapan Starter Sebelum pembuatan nata de coco harus dilakukan persiapan terlebih dahulu dan melakukan pengembangan starter. Medium untuk pembuatan starter berasal dari air kelapa. Pengembangan starter bertujuan untuk memperbanyak dan meremajakan bakteri acetobacter xylinum sebelum diinokulasi ke medium dalam proses pembuatan nata .
Image of page 14
Bakteri acetobacter xylinum sulit berkembang pada air kelapa, maka untuk peremajaan bakteri dilakukan pada medium air kelapa. Untuk permulaan pengembangan bakteri, pada pembuatan stater digunakan bakteri acetobacter xylinum sebanyak 30% , dengan air kelapa 200 ml. Bahan lain yang digunakan pada pembuatan stater adalah ZA sebanyak 0,07 gram, gula sebanyak 50 gram dan asam cuka 1 ml. Kemudian campuran dimasak hingga mendidih. Campuran yang sudah mendidih kemudian dinginkan beberapa saat lalu ditempatkan pada botol dan ditutup rapat. Bibit acetobacter xylinum ditambahkan kedalam campuran dan diinokulasi selama 3-4 hari. 1.2.3 Pembuatan Nata 1. Air kelapa yang masih segar dari limbah industri kelapa diendapkan, lalu disaring dengan menggunakan kain kasa halus (penyaring) lalu dimasukkan kedalam beaker glass sebanyak 500 ml. Air kelapa tersebut dimasukkan kedalam panci untuk dimasak dengan menggunakan kompor, lalu kotoran-kotoran atau gelembung-gelembung yang ada dipermukaan air kelapa yang sedang dipanaskan dengan menggunakan saringan sampai bersih.
Image of page 15
Image of page 16

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 26 pages?

  • Fall '18
  • pak mujid

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes