7 BAB III TEORI DASAR Hal utama yang harus diperhatikan dalam memproduksikan

7 bab iii teori dasar hal utama yang harus

This preview shows page 7 - 13 out of 59 pages.

7
Image of page 7
BAB III TEORI DASAR Hal utama yang harus diperhatikan dalam memproduksikan suatu sumur adalah “laju produksi”, besarnya harga laju produksi (q) yang diperoleh harus merupakan laju produksi optimum. Dua hal pokok yang mendasari teknik produksi adalah: 1. Gerakan fluida dari formasi ke dasar sumur melalui media berpori 2. Gerakan fluida dari dasar sumur ke permukaan melalui media pipa. Gambar 3.1 Komponen Aliran dalam Pipa Gerakan fluida dari formasi ke dasar sumur akan dipengaruhi oleh a. Sifat-sifat fisik batuan dan fluida reservoir disekitar lubang bor. b. Gradien tekanan antara reservoir dan lubang bor. Kedua faktor diatas akan menentukan besarnya kemampuan reservoir untuk mengalirkan fluida ke dasar sumur yang disebut Inflow Performance Relationship (IPR). IPR adalah gambaran tentang kemampuan sumur yang bersangkutan untuk memproduksikan fluida. Harga PI yang diperoleh dari tes atau dari peramalan merupakan gambaran kualitatif mengenai kemampuan suatu sumur untuk berproduksi. Harga PI dapat dinyatakan secara grafis melalui grafik IPR. Sementara PI (Productivity Index) adalah angka penunjuk (index) yang digunakan untuk menyatakan kemampuan produksi suatu sumur pada kondisi tertentu. Secara definisi PI adalah 8
Image of page 8
perbandingan antara laju produksi yang dihasilkan suatu sumur terhadap perbedaan tekanan ( drawdown ) antara tekanan static (P s ) dengan tekanan pada saat terjadi aliran (P wf ) di dasar sumur. 3.1 Produksi Sumur Untuk memudahkan pemahaman dalam pelaksanaan produksi, maka secara sistematis dapat dikelompokkan sebagai berikut 1. Penyelesaian sumur (w ell completion ) a. Down-hole completion atau formation completion 1. Open hole completion (komplesi sumur dengan formasi produktif terbuka) 2. Cased hole completion (komplesi sumur dengan formasi produktif dipasang casing dan diperforasi) 3. Sand exclussion type completion Gambar 3.2 Jenis Down Hole Completion b. Tubing completion 1. Single completion 2. Commingle completion 9
Image of page 9
Gambar 3.3 Commingle Completion 3. Multiple completion 4. Permanent completion c. Wellhead completion Gambar 3.4 Wellhead completion 2. Tahap Perforasi 10
Image of page 10
Berikut gambar perforasi sumur dan bagian-bagian dari rangkaian pipa produksinya Gambar 3.5 Perforasi Sumur 3. Tahap Swabbing a. Penurunan densitas cairan b. Penurunan kolom cairan 4. Metode Produksi Metode produksi dibagi menjadi sembur alami dan buatan. Metode sembur buatan dilakukan ketika sumur tidak lagi mampu mengakirkan fluia reservoir secara alami. Beberapa metode sembur buatan diantaranya adalah ESP, g as lift , dan lainnya. a. Gas Lift 1. Peralatan gas lift permukaan a. Well head gas lift x-mastree b. Station kompresor gas c. Stasiun distribusi 1. Stasiun distribusi langsung 2. Stasiun distribusi dengan pipa induk 3. Stasiun distribusi dengan stasiun distribusi d. Alat-alat kontrol 1. Choke kontrol 11
Image of page 11
2. Regulator 3. Time cycle controller 2. Peralatan di bawah permukaan a. Accumulation Chamber b. Pinhole collar c. Valve gas lift 3. Fungsi g as lift a. Memproduksi minyak dengan murah dan mudah tanpa memerlukan i njeksi gas yang tekanannya sangat besar.
Image of page 12

Want to read all 59 pages?

Image of page 13

Want to read all 59 pages?

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 59 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture