Surplus Modal Laba Ditahan 320000 300000 110000 116000 260000 275000 90000

Surplus modal laba ditahan 320000 300000 110000

This preview shows page 18 - 20 out of 33 pages.

Surplus Modal Laba Ditahan 320.000 300.000 110.000 116.000 260.000 275.000 90.000 49.000 60.000 25.000 20.000 67.000 - - - - Total Pasiva 1.105.000 881.000 227.000 227.000 2) Berdasarkan informasi perubahan neraca dan didukung oleh informasi dari laporan laba rugi, maka dapat disusun/diklasifikasikan unsur-unsur dari laporan neraca dan laba-rugi yang memperbesar kas sebagai sumber kas dan yang memperkecil kas sebagai penggunaan kas dalam Laporan Sumber dan Penggunaan Kas sbb : PT. “BERJAYA” Laporan Sumber dan Penggunaan Kas Per 31 Desember 1999 s/d 31 Desember 2000 Sumber – Sumber Kas Penggunaan Kas Sumber kas berasal dari : Penggunaan kas untuk : Berkurangnya piutang Berkurangnya persediaan Penjualan mesin Depresiasi mesin Penjualan tanah Depresiasi bangunan Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 4.000 5.000 50.000 10.000 150.000 8.000 Kerugian operasi Bertambahnya surat berharga Berkurangnya hutang dagang Berkurangnya hutang wesel Berkurangnya hutang gaji Pelunasan obligasi Pembelian kembali saham Berkurangnya surplus modal Bertambahnya kas Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 67.000 1.000 23.000 15.000 14.000 60.000 25.000 20.000 2.000 Jumlah Rp. 227.000 Jumlah Rp. 227.000 3) Analisis sumber dan penggunaan dana dalam artian kas Dari laporan sumber dan penggunaan kas PT. “BERJAYA” pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2000 perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup signifikan. Penggunaan dana yang terbesar adalah dana yang digunakan untuk menutu atau “nomboki” kerugian sebesar Rp. 67.000.000,-. Kerugian ini seluruhnya dapat ditutup dengan penjualan mesin sebesar Rp. 50.000.000 dan dana cadangan depresiasi mesin dan bangunan sebesar Rp. 18.000.000,-. Penggunaan kas yang besar selain adanya kerugian dana yang digunakan untuk pelunasan obligasi yakni sebesar Rp. 60.000.000,- dan pembelian kembali saham biasa sebesar Rp. 25.000.000,-. Selain itu perusahaan juga telah melunasi sebagian hutang-hutang jangka pendeknya
Image of page 18
________________________________________________________________________________________________________ 121 yang terdiri dari hutang dagang, hutang wesel dan hutang gaji masing- masing sebesar Rp. 23.000.000,-, Rp. 15.000.000,- dan Rp. 14.000.000,-. Dana pelunasan hutang obligasi dan hutang-hutang jangka pendek serta dana untuk pembeliaan kembali saham yang totalnya berjumlah Rp. 137.000.000,- atau (Rp. 60.000.000,- + Rp. 25.000.000,- + Rp. 23.000.000 + Rp. 15.000.000,- + Rp. 14.000.000,-) sebesar Rp. 137.000.000 tersebut dibiayai dengan penjualan tanah. Adanya pembelian surat berharga jangka pendek sebesar Rp. 1.000.000,- dan deficit surplus modal Rp. 20.000.000,- ditutup dengan penjualan sisa tanah Rp. 13.000.000,- pelunasan piutang Rp. 4.000.000,- dan penjualan persediaan Rp. 5.000.000.,- Melihat keadaan sumber dana (kas) dan penggunaan keadaan PT. “BERJAYA” tidaklah sehat. Hal ini terlihat dari kerugian yang diderita dan peluanasan hutang jangka panjang serta modal sendiri. Perusahaan terlihat kurang memperhatikan kebijakan pengembalian hutang-hutangnya baik hutang jangka pendek dan hutang jangka panjangnya. Hal ini berakibat perusahaan harus menjual tanah dan mesinnya untuk melunasi kewajiban- kewajibannya. b. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja 1) Membandingkan unsur-unsur current account yang ada pada neraca PT.”BERJAYA” tahun 1999 dan 2000 sbb : Laporan Perubahan Modal Kerja PT. “BERJAYA” Per 31 Desember 1999 dan 2000 (dalam ribuan) Keterangan 31-12-2000 ( Rp. ) 31-12-2001 ( Rp. ) Perubahan Debet ( Rp. ) Kredit ( Rp. ) Aktiva Lancar : Kas Surat-surat berharga
Image of page 19
Image of page 20

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 33 pages?

  • Fall '18
  • student

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture