II32 Mekanisme Pendesakan 8 Penurunan perbandingan mobilitas air minyak telah

Ii32 mekanisme pendesakan 8 penurunan perbandingan

This preview shows page 13 - 16 out of 54 pages.

II.3.2 Mekanisme Pendesakan. 8
Image of page 13
Penurunan perbandingan mobilitas air-minyak telah menjadi tujuan dari beberapa proses EOR yang lain seperti injeksi panas dan injeksi tercampur (miscible flooding). Di sisi lain pemakaian polimer dapat mencapai perbandingan mobilitas yang lebih rendah dengan menaikkan viskositas efektif air, sebagai fluida pendorong. Walaupun naiknya viskositas efektif adalah petunjuk bahwa larutan polimer mencapai perbandingan mobilitas yang rendah, ini bukanlah cara yang penting. Beberapa mekanisme yang ada akan dibicarakan lebih lanjut. II.3.2.1 Rheologi Larutan polimer adalah fluida non-Newtonian untuk semua range konsentrasi, yaitu kira-kira 50 – 2000 ppm. Mereka digolongkan sebagai fluida non-Newtonian karena kelakuan alirannya yang sangat komplek sampai khusus dengan parameter tunggal, viskositas. Apabila fluida Newtonian adalah sasaran shearing force, merusak bentuk dan aliran, maka daya tahan dari aliran ini didefenisikan sebagai perbandingan antara shearing force (shear stress) terhadap laju alir (shear rate ). Untuk fluida Newtonian, harga perbandingan ini konstan dan disebut viskositas. Persamaannya sebagai berikut: μ = τ γ …………………………………………………………………(3- 1) dimana: μ = viskositas, cp τ = shear stress, dyne/cm 2 γ = shear rate , detik -1 Fluida non-Newtonian tidak dapat dicirikan dengan viskositas karena perbandingan shear stress dengan shear rate tidak konstan. Kelakuan aliran fluida non-Newtonian tersebut bisa mengikuti salah satu dari beberapa model aliran kompleks. Larutan polimer umumnya digolongkan sebagai fluida pseudoplastik pada semua kondisi. Material pseudoplastik adalah satu yang 9
Image of page 14
menunjukkan daya tahan yang rendah selama bertambahnya shearing rate . Secara matematik, rumus tersebut dikenal sebagai model Power Law : τ = n ……………………………………………….(3-2) (n < 1 untuk fluida pseudoplastik) dimana K dan n adalah dua parameter yang digunakan untuk mendefenisikan kelakuan aliran fluida. Jika n = 1, maka penurunan persamaan untuk fluida Newtonian adalah dengan K sebanding p. Jika perbandingan shear stress terhadap shear rate dianggap sebagai viskositas nyata untuk fluida pseudoplastik, pemeriksaan dari rumus diatas menunjukkan bahwa viskositas nyata menurun selama peningkatan shear rate . Namun, fluida pseudoplastik menunjukkan viskositas nyata yang besar pada saat mengalir dengan kecepatan rendah dan viskositas nyata yang lebih kecil pada saat mengalir dengan kecepatan tinggi. Pada shear rate yang sangat tinggi (> ~10 5 sec -1 ) kurva aliran untuk larutan polimer mendekati linier dan disebut viskositas pada shear tak terbatas ( infinite shear ). Slope pada shear rate yang sangat kecil(< ~10 -2 sec -1 ) mendekati linier dan disebut viskositas pada shear rate = nol. ( Keuntungannya, penyimpangan dari rumus ini terjadi pada shear rate yang lebih menguntungkan pada semua kasus. Meskipun larutan polimer mempunyai kelakuan aliran yang kompleks, viskositas nyata dari fluida ini lebih tinggi daripada viskositas air, pada shear rate tinggi yang sama. Hubungan antara viskositas nyata dengan shear rate (kecepatan aliran) ditunjukkan pada Gambar II.3
Image of page 15
Image of page 16

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 54 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture