14 beberapa contoh akuntansi untuk teller transaksi

This preview shows page 3 - 6 out of 9 pages.

1.4. Beberapa Contoh Akuntansi untuk Teller Transaksi saat pembukaan cabang Bank Bunga melakukan setoran modal awal sebesar Rp. 1.000.000.000. Jurnal transaksinya : Kas Rp. 1.000.000.000 Modal Bank Rp. 1.000.000.000 Analisis : Transaksi harian dan unit teller (setoran tunai nasabah) a. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening giro secara tunai Rp 3.000.000. Jurnal transaksinya : Kas Rp. 3.000.000 Rekening giro nasabah Rp. 3.000.000 Analisis : b. Seorang nasabah melakukan setoran awal untuk pembukaan rekening tabungan secara tunai Rp 25.000.000. Jurnal transaksinya : Kas Rp 25.000.000 Rekening tabungan nasabah Rp 25.000.000 Analisis : Penarikan tunai nasabah dalam rupiah a. Seorang nasabah melakukan penarikan tunai dari rekening tabungannya sebesar Rp 15.000.000. Jurnal transaksinya : 2 Transaksi Perkiraan (+) / (-) D / K Setoran Kas + Debet Modal Awal Modal + Kredit Transaksi Perkiraan (+) / (-) D / K Setoran Tunai Nasabah Kas + D Rekening Giro + K Transaksi Perkiraan (+) / (-) D / K Setoran Tunai Nasabah Kas + D Rekening Tab. + K
Rekening tabungan Rp 15.000.000 Kas Rp 15.000.000 Analisis : b. Pembelian BBM secara tunai sebesar Rp 150.000. Jurnal transaksinya : Biaya BBM Rp 150.000 Kas kecil Rp 150.000 Analisis : AKUNTANSI UNIT GIRO 2.1. Pengertian Giro Giro merupakan suatu sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh kantor pos atau sekelompok bank yang memungkinkan pembayaran-pembayaran yang terjadi antara nasabahnya yang tidak menggunakan uang tunai melainkan dengan cara pemindahbukuan. Atau simpanan dari pihak ketiga seperti bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek surat perintah pembayaran lainnya. Giro merupakan salah satu produk bank yang merupakan simpanan dana masyarakat pada bank dengan harga yang murah dibandingkan dengan lainnya yang dimiliki oleh bank. Menurut Undang-Undang RI No.10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 Tentang Pokok-Pokok Perbankan, menyatakan 3 Transaksi Perkiraan (+) / (-) D / K Setoran Tunai Nasabah Rekening Tab. - D Kas - K Transaksi Perkiraan (+) / (-) D / K Pembelian BBM secara tunai Biaya BBM + D Kas Kecil - K
bahwa giro adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Setiap rekening giro akan memperoleh nomor account, dimana setiap terjadi transaksi terhadap rekening giro maka akan dicatat oleh petugas bank dan setiap akhir bulan akan dilaporkan kepada nasabah giro dalam bentuk rekening Koran. Pada rekening ini diuraikan secara rinci mutasi-mutasi yang terjadi selama bulan laporan. 2.2. Alat-alat Pembayaran Giro dan Jasa Giro Alat-alat pembayaran giro diantaranya : Bilyet Giro (BG) Surat pemindahbukuan dari penarik (nasabah) kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah dana tertentu kepada pihak yang identitasnya tercantum di warkat pada bank tertentu atas beban rekening penarik. Selanjutnya ada beberapa sifat bilyet giro yang perlu diperhatikan antara lain : a. BG tidak dapat dibayar tunai, dan hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan b.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture