Margin laba operasi pt semen indonesia dari tahun ke

This preview shows page 93 - 96 out of 126 pages.

Margin laba operasi PT Semen Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Margin laba digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam tingkat pengembalian laba terhadap beban operasinya. Margin laba operasi tertinggi terjadi pada tahun 2010 dan 2012, di mana margin laba operasinya sama, yaitu 0,257. Hal ini menunjukkan bahwa di tahun 2010 dan 2012 perusahaan memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk menghasilkan laba operasi dari penjualan yang dilakukan. Sedangkan penurunan paling signifikan terjadi pada tahun 2013, yang margin laba operasinya sebesar 0,232. Hal ini disebabkan karena penjualan yang tinggi jauh melebihi laba bersih ditambah dengan beban bunga, sehingga saat dibandingkan menghasilkan nilai yang rendah. Keadaan ini membuktikan bahwa pada tahun 2013 perusahaan memiliki kemampuan yang rendah dibanding tahun-tahun lainnya dalam menghasilkan laba operasi dari penjualan yang dilakukan.
94 ROA yang dimiliki oleh PT Semen Indonesia Tbk dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan. ROA digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pengembalian dari rata-rata total aset. Penurunan ROA ini terjadi karena adanya peningkatan rata-rata total aset yang tidak sebanding dengan kenaikan laba bersih+bunga sehingga mnghasilkan nilai yang cenderung menurun. ROA tertinggi terjadi pada tahun 2009, di mana tingkat pengembalian dari laba bersih terhadap rata-rata total asetnya. Sedangkan di tahun 2010-2013 tingkat pengembalian terhadap rata-rata total aset terus mengalami penurunan, dan mengalami titik terrendah pada tahun 2013, di mana ROA perusahaan hanya 0,199, yang disebabkan karena rata-rata total aset jauh lebih tinggi dibanding dengan laba bersih ditambah bunga. Pengembalian atas Ekuitas (ROE) PT Semen Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan. Rasio ROE ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menerima pengembalian atas ekuitas yang diinvestasikan pemegang saham biasa. Semakin besar ROE, maka semakin banyak investor yang tertarik untuk menginvestasikan dananya. ROE tertinggi berada pada tahun 2009, yaitu sebesar 0,367. Hal ini terjadi karena rata-rata ekuitas di tahun 2009 berada di posisi paling rendah di antara tahun-tahun lainnya. Keadaan ini menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan yang baik dalam menerima pengembalian atas ekuitas yang diinvestasikan oleh investor di tahun 2009. Kemudian, di tahun 2010-2012, ROE perusahaan mengalami penurunan, yang disebabkan karena peningkatan signifikan rata-rata ekuitas dibanding peningkatan laba bersihnya. Kemudian ROE perusahaan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2012, lalu kembali mengalami penurunan di
95 tahun 2013 yang menghasilkan ROE terrendah akibat kenaikan rata-rata ekuitas yang signifikan sehingga tingkat pengembalian yang didapat dari rata-rata ekuitas juga mengalami penurunan.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture