j Pinjaman j Borrowings Pada saat pengakuan awal pinjaman diakui sebesar nilai

J pinjaman j borrowings pada saat pengakuan awal

This preview shows page 27 - 29 out of 74 pages.

j. Pinjaman j. Borrowings Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Borrowings are initially recognized at fair value, net of transaction costs incurred. Subsequently, borrowings are stated at amortized cost using the effective interest method. Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan akuisisi atau konstruksi qualifying assets , dikapitalisasi hingga aset tersebut selesai secara substansial. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode terjadinya. Borrowing costs, which are directly attributable to the acquisition or construction of qualifying assets, are capitalised untill the asset is substantially completed. All other borrowing costs are recognized in profit or loss in the period in which they are incurred. Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. Borrowings are classified under non-current liabilities unless their maturities are within 12 months after the reporting period. k. Penurunan nilai aset non keuangan k. Impairment of non-financial assets Pada setiap akhir periode/tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Grup membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. The Group assesses at each annual reporting period/year whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required, the Group makes an estimate of the asset’s recoverable amount. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi dengan biaya untuk menjual dan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. An asset’s recoverable amount is the higher of an asset’s or Cash Generating Unit (“CGU’s”) fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets.
Image of page 27
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language PT ALAKASA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Pada dan Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2019 (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT ALAKASA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) As of and For the Year Ended December 31, 2019 (Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise of stated) 23 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3.
Image of page 28
Image of page 29

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 74 pages?

  • Fall '19
  • Isnay

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes