Berikut adalah siklus akuntansi yang tepat membuat

This preview shows page 109 - 114 out of 149 pages.

Berikut adalah siklus akuntansi yang tepat membuat pembukuan. Mengumpulkan dan Menganalisa Data Transaksi Proses pembukuan dimulai dari proses pengumpulan data transaksi keuangan bentuk bukti transaksi. Bukti transaksi dapat berbentuk kuitansi, pengakuan utang-piutang, akte, surat wesel, dan lain sebagainya. Dari bukti yang didapat, Anda dapat identifikasi dan analisa transaksi untuk menentukan kebenaran nilai dan status tersebut. 110
Mengurus Uang Pribadi & Bisnis Kelengkapan data transaksi sangat penting karena menentukan kelancaran proses berikutnya. Untuk itu, Anda perlu benar-benar teliti menyimpan dan menganalisa transaksi. Membuat Jurnal Transaksi Setelah bukti transaksi dianalisa, proses selanjutnya adalah memasukkan nilai yang ke dalam jurnal catatan transaksi. Proses ini sering disebut dengan proses pencatatan atau “menjurnal”. Proses jurnal ini dapat dilakukan setiap ada atau dilakukan sekaligus setelah transaksi 1 hari terkumpul. Namun lebih disarankan untuk menulis setiap ada transaksi. Hal ini untuk terjadinya “miss posting”. Buku-buku yang menampung catatan sering disebut dengan buku jurnal. 111
Share Ebook ini Mengurus Uang Pribadi & Bisnis Di dalam jurnal transaksi sendiri, minimal ada beberapa kolom informasi seperti nomor bukti, akun transaksi, keterangan, kredit, dan saldo. Memindahkan Jurnal Transaksi ke Buku Pada proses penulisan jurnal, tidak ada pengelompokan jenis transaksi. Melainkan semua transaksi yang terjadi sekaligus dalam 1 jurnal. Apakah itu piutang, utang, atau pembayaran. Pada langkah berikutnya, catatan transaksi tersebut baru dipindahkan ke dalam akun sesuai dengan jenis transaksinya. Kelompok-kelompok akun inilah yang buku besar. Di dalam buku besar, satu jenis transaksi berkumpul menjadi satu kelompok. 112
Mengurus Uang Pribadi & Bisnis Misalnya akun aset tetap terdiri dari berupa aset tetap saja atau akun kas yang terdiri dari transaksi yang berupa kas. Di dalam buku besar inilah, kita dapat transaksi dengan lebih terstruktur. Di akhir ini, kumpulan nilai-nilai transaksi untuk membentuk nilai akhir yang disebut dengan akhir. Saldo akhir bisa berupa saldo debit atau kredit sesuai dengan jenis akunnya. Membuat Neraca Percobaan Membuat neraca percobaan biasanya setiap menjelang penutupan buku. Proses membuat neraca percobaan (trial balance) dimaksudkan untuk memastikan bahwa nilai akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit ( balance ). 113
Share Ebook ini Mengurus Uang Pribadi & Bisnis Atau secara keseluruhan, jumlah nilai debit sama dengan transaksi kredit. Ini berarti, saldo-saldo akhir akun bersaldo dijumlahkan, dan saldo-saldo akun bersaldo kredit juga dijumlahkan, lalu dibandingkan. Jika nilainya sama berarti balance (sudah benar). Lalu bagaimana jika tidak seimbang? Ada beberapa kemungkinan yang neraca tidak seimbang yaitu adanya yang belum dicatat atau adanya transaksi salah perhitungan atau salah catat.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture