Wheeler et al 2005 menya t akan bahwa ketersediaan air tanaman sangat

Wheeler et al 2005 menya t akan bahwa ketersediaan

This preview shows page 31 - 33 out of 51 pages.

kekeringan (Kumar 1998). Wheeler et al. (2005) menya t akan bahwa ketersediaan air tanaman sangat tergantung pada a w a l musim hujan ( o n s e t ) , penghentian, dan panjang musim hu j an. Distribusi ketersediaan air akan sangat mempengaruhi hasil p anen. Awal musim hujan juga menjadi “penanda” bagi petani t ra di s i ona l dalam mengawali pengolahan tanah untuk budidaya tanaman p a d a lahan sawah. Demikian juga halnya dengan lahan sawah i r ig as i , perkiraan awal musim hujan juga sangat terkait d en g an ketersediaan dan pasokan air irigasi dalam kaitannya dengan a w a l musim tanam (Syahbuddin et al . 2007 ) . Lebih lanjut Syahbuddin et al . (2007) menjelaskan bahwa d a l am beberapa dekade terakhir, usaha tani tanaman pangan ser i n g ka li hanya mengandalkan kebiasaan dan naluri ( i n s t i n c t ) d a l am penetapan pola tanam. Akibatnya petani kerap dihadapkan ke p a d a kendala kekurangan air, khususnya pada saat periode kering yan g berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, perlu adanya p enyesua i an pola tanam yang lebih adaptif dengan keragaman dan p eru b ahan iklim. Untuk menanggulangi hal tersebut, diperlukan panduan yan g lebih operasional namun didasarkan pada kajian dan analisis yan g lebih komprehensif terhadap pola curah hujan dan ketersediaan a i r, baik dalam bentuk spasial maupun tabular (waktu dan pola t anam selama siklus satu tahun) yang disebut Peta Kalender T anam (Runtunuwu dan Syahbuddin 2011 ) . Hubungan Dinamika Kalender Tanam dengan Variabilitas dan Perubahan Iklim Hubungan perubahan iklim dengan pola dan intensitas c u r a h h u j a n Terkait dengan perubahan iklim, beberapa indikator p eru b ahan iklim yang bisa diamati adalah meningkatnya suhu u d ara, perubahan pola curah hujan, peningkatan muka air laut, ser t a meningkatnya kejadian iklim ekstrem. Selain itu, kearifan lokal d an tanda-tanda alam seperti pranata mangsa semakin sulit di kena li sehingga tidak dapat lagi digunakan oleh masyaraka t .
Image of page 31
Fenomena dan Perubahan Iklim I n d o n e s i a s e r t a P e m a n f aa t a n I n f o r m a s i Iklim untuk Kalender T a n a m P r a m u d i a et a l . 79 Pengaruh perubahan iklim terhadap curah hujan dapat dip e l a j ar i melalui berbagai model skenario seperti peningkatan konsen t ras i CO 2 dan suhu udara. Naylor et al. (2007) memprediksi arah perubahan pola hujan di wilayah bagian barat Indonesia dan se l a t an khatulistiwa. Di bagian utara Sumatera dan Kalimantan, i n t ens it as curah hujan cenderung lebih tinggi dengan periode yang l e bi h pendek, sedangkan di wilayah selatan Jawa dan Bali akan menurun tetapi dengan periode yang lebih panjang (Gambar 15 ) . Sekarang Prediksi ke depan di masa lalu 100 mm Ags Des Mei Gambar 15. Prediksi arah perubahan pola hujan Indonesia. Di Jawa, panjang musim hujan berkurang dan curah hujan pada musim hujan meningkat dan menurun pada musim kemarau (Sumber: Naylor et al. 2007) Secara nasional, Boer et al . (2009) mengungkapkan t er j a di nya peningkatan hujan musiman Desember, Januari, Februari ( DJF ) secara signifikan di sebagian besar wilayah Jawa, wilayah In d ones i a bagian Timur dan Sulawesi.
Image of page 32
Image of page 33

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 51 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture