Secara agregat pada tahun 2015 total kewajiban jangka

This preview shows page 13 - 16 out of 58 pages.

Secara agregat, pada tahun 2015 total kewajiban jangka pendek akhirnya mampu kembali naik hingga sebesar 33,19% setelah pada tahun 2014 sempat mengalami penurunan (4,29%). Apabila dilihat per komponen, tidak ada tren yang pasti. Perubahan per komponen dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif, naik turun. Dalam fluktuasi tersebut, perubahan secara signifikan perlu mendapat perhatian lebih. Seperti pada pos Utang Perhitungan Fihak Ketiga yang pada tahun 2014 mengalami kenaikan tiba-tiba hingga sebesar 669,68%. Demikian halnya dengan pos Utang Kelebihan Pembayaran Pendapatan yang sejak tahun 2014 terus mengalami kenaikan hingga lebih dari 700%. Sama halnya dengan pos Utang Jangka Pendek Lainnya yang tiba-tiba mengalami kenaikan hingga lebih dari 700%. Meskipun pada tahun 2015 dapat turun kembali walau hanya pada kisaran (98,12%). Dari sisi Kewajiban Jangka Panjang, perubahan yang terjadi terus mengalami kenaikan meskipun besar kenaikan dari tahun ke tahun tidak konsisten dalam arah yang
Image of page 13

Subscribe to view the full document.

terus meningkat atau justru menurun. Peningkatan luar biasa terjadi pada tahun 2013 dalam pos Utang Jangka Panjang Dalam Negeri Lainnya yang hingga lebih dari 1000%. Secara total, jumlah kewajiban pada tahun 2015 masih meneruskan perubahan ke arah positif. Pada tahun 2014, selisih kenaikan sempat turun namun dapat kembali ditingkatkan pada tahun 2015. ANALISIS PERSENTASE PER KOMPONEN Analisis persentase per komponen merupakan suatu teknik analisa yang dilakukan dengan membandingkan antara suatu pos terhadap totalnya dalam laporan keuangan yang sama. Analisis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi suatu pos dalam bentuk angka total. 1. Laporan Operasional Dalam Laporan Operasional Tahun 2015, pada bagian pendapatan operasional terlihat bahwa pendapatan operasional terdiri dari tiga komponen yakni pendapatan perpajakan, PNBP, serta pendapatan hibah. Dari komposisi pada tabel di atas tampak bahwa pendapatan Negara amat bergantung pada pendapatan perpajakan yakni mencapai 77,71%, sedangkan PNBP sebesar 21,10% dan hibah hanya sebesar 1,19%. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berusaha membuat sector perpajakan menjadi tulang punggung penerimaan Negara. Akan tetapi hal tersebut juga menjadi ancaman tersendiri apabila sector perpajakan tidak mampu menghasilkan penerimaan secara optimal atau bahkan terjadi shortfall pajak, tentunya pemerintah harus mulai menggenjot sector lain, yakni PNBP untuk maenjadi alternative penerimaan Negara. PENDAPATAN PERPAJAKAN Pendapatan Pajak Penghasilan 600,428,831,252,290 48.97% Pendapatan Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah 424,023,011,182,599 34.58% PENDAPATAN OPERASIONAL PENDAPATAN PERPAJAKAN 1,226,039,256,993,690 77.71% PENDAPATAN NEGARA BUKAN PAJAK 332,915,922,329,921 21.10% PENDAPATAN HIBAH 18,722,648,378,278 1.19% JUMLAH PENDAPATAN OPERASIONAL 1,577,677,827,701,880 100.00%
Image of page 14
Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan 30,215,951,785,002 2.46% Pendapatan Cukai 128,332,845,072,391 10.47% Pendapatan Pajak Lainnya 8,121,921,424,940 0.66% Pendapatan Bea Masuk 31,176,700,022,327 2.54% Pendapatan Bea Keluar 3,716,678,390,096 0.30% Pendapatan Pajak Lain – Lain 23,317,864,041 0.00% Jumlah Pendapatan Perpajakan 1,226,039,256,993,690 100.00% Dari struktur perpajakan sendiri terlihat bahwa penerimaan perpajakan didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 48,97%, Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah (PPN & PPnBM) sebesar 34,58%, serta Cukai sebesar 10,47%. Dari data
Image of page 15

Subscribe to view the full document.

Image of page 16
  • Fall '19

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern

Ask Expert Tutors You can ask 0 bonus questions You can ask 0 questions (0 expire soon) You can ask 0 questions (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes