20 Kebakaran di lahan gambut sangat susah dipadamkan api dapat tetap menyala

20 kebakaran di lahan gambut sangat susah dipadamkan

This preview shows page 9 - 12 out of 17 pages.

20 Kebakaran di lahan gambut sangat susah dipadamkan, api dapat tetap menyala dibawah petmukaan dalam waktu yang lama (bahkan tahunan) dan menyebabkan kebakaran baru apabila cuaca menjadi lebih kering lagi. Api yang menyala di bawah permukaan merusak sistem perakaran pohon. Pohon-pohon tersebut akan menjadi tidak stabil dan kemudian tumbang atau mati. Hal ini akan menghasilkan sejumlah besar pohon mati atau sisa tanaman yang akan menjadi bahan bakai yang potensial bagi kebakaran berikutnya. " Jikalahari, 19 April, 2006, Sumatra's Plat Swamp Fortst Tbnatiittd With Collapse, Must Be Protected, Jikalahari, http//, 19 April 2006 " Burning Issues No 7, Mei 2003, Membakar Lahan Gambut sama artmya dengan Membuat Polasi Asap, 14 April 2007 20 Suyanto dkk, Kebakaran, Mata Pencariatt, dan Kentsakan Ungkungatt. Kaunia, Vol. Ill, No. 2, Oktober 2007 109
Image of page 9
Berdasatkan data yang diperoleh WWF Indonesia, mulai dari tahun 1997 sampai tahun 2006, kebakaran di hutan Indonesia sudah menjadi rutinitas tahunan. Lima provinsi yang mempunyai jumlah hotspot 21 tertinggi secata bertutut-turut, kurun tahun 1997-2006 adalah Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Jumlah hotspot yang ada di setiap provinsi tersebut disajikan pada gambar 1. Sementara luas hutan Indonesia yang terbakar setiap tahunnya dapat dilihat.pada gambar 2. Riau Sumsel Kalbar Kalteng Kaltim Nam a Provinsi Gambar 1. Jumlah hotspot berdasarkan Provinsi (1997-2006) 31 Hotspot dapat dijadikan sebagai indikasi terjadinya kebakaran., meskipun tidak semua titik panas adalah kebakaran dan safe/it tidak mencatat semua kebakaran yang terjadi. Titik panas menunjukkan bahwa daerah tersebut mengeluarkan panas melebihi ambang batas yang sudah ditentukan sehingga tertangkap sensor panas satelit. Hotspot dapat tertangkap sensor panas satelit pada cakupan luas 1.1 knf. no Kontribusi Kebakaran Lahan Gambut... (Maya Rahmayantf)
Image of page 10
1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Kebakaran Gambar 2. Luas areal hutan Indonesia yang terbakar dalam kurun tahun 1997-2006 Pada kurun 1997 hingga 2006, areal hutan terbakar paling luas terdapat pada tahun 1998, hal ini menggambarkan kebakaran hebat pada tahun tersebut. Sementara, kebakaran pada tahun 2006 menernpati urutan kedua selama kurun waktu tersebut. Meskipun jumlah areal yang terbakar turun setelah tahun 1997/98, kenaikan kembali terjadi pada tahun 2006 bahkan hampir menyamai kebakaran pada tahun 2008. Terjadinya kebakaran yang selalu berulang setiap tahunnya dalam kurun tahun 1997-2006 menunjukkan bahwa kebakaran hutan adalah kejadian tahunan yang tidak pernah berhenti. Jumlah total areal hutan yang terbakar kurun waktu tersebut adalah sekitar 1,43 juta hektar. Sementara, daerah-daerah yang selalu menjadi "langganan" atau selalu menyumbang jumlah titik panas adalah Sumatera dan Kalimantan. Dari total jumlah area kebakaran di In- donesia tetsebut ± 68 persen berasal dari lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan. Artinya luas areal lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan yang terbakar dalam kurun tahun 1997-2006 adalah ± 858.000 hektai.
Image of page 11
Image of page 12

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 17 pages?

  • Spring '14

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture