Untuk perhitungan selanjutnya terdapat dalam tabel

  • No School
  • AA 1
  • 22

This preview shows page 11 - 18 out of 22 pages.

Untuk perhitungan selanjutnya terdapat dalam tabel. Tabel 3.6. Data Curah Hujan Harian Daerah Maksimum Dengan Metode Poligon Thiessen (Thiessen polygon method) No. Tahun P A .K A P B .K B P C .K C P D .K D P max
Image of page 11
66 (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) 1 2000 59,94 46,78 58,43 90,89 256,04 2 2001 54,18 42,28 52,81 82,14 231,41 3 2002 69,11 53,93 67,37 104,78 295,19 4 2003 61,22 47,78 59,68 92,83 261,50 5 2004 50,13 39,12 48,86 76,01 214,13 6 2005 46,71 36,46 45,54 70,84 199,55 7 2006 64,21 50,11 62,59 97,36 274,26 8 2007 56,10 43,78 54,69 85,07 239,64 9 2008 41,38 32,29 40,34 62,74 176,75 10 2009 59,30 46,27 57,80 89,90 253,28 11 2010 68,47 53,44 66,75 103,83 292,48 12 2011 66,34 51,77 64,67 100,52 283,29 Sumber : Hasil Perhitungan Contoh Perhitungan Curah Hujan Maksimal: Curah Hujan Maksimum Tahun 2000 - Stasiun A : Tinggi curah hujan daerah = curah hujan stasiun A tahun 2000 x Kr (A) = 281 x 0,21 = 59,94 mm - Stasiun B : Tinggi curah hujan daerah = curah hujan stasiun B tahun 2000 x Kr (B) = 265,50 x 0,18 = 46,78 mm - Stasiun C : Tinggi curah hujan daerah = curah hujan stasiun C tahun 2000 x Kr (C) = 239,60 x 0,23 = 58,43 mm - Stasiun D : Tinggi curah hujan daerah = curah hujan stasiun D tahun 2000 x Kr (D) = 212,30 x 0,38
Image of page 12
67 = 90,89 mm Maka tinggi curah hujan daerah maksismum pada tahun 2000 adalah : P max = 59,94 + 46,78 + 58,43 + 90,89 = 256,04 mm Jadi tinggi hujan harian daerah maksimum tahunan Tahun 2000 menurut metode poligon Theissen adalah 256,04 mm Untuk perhitungan selanjutnya terdapat dalam tabel. Tabel 3.7. Tinggi Hujan Daerah Maksimum Tahunan Dengan Metode Poligon Thiessen (Thiessen polygon method) No. Tahun Tinggi Hujan (mm) 1 2000 256,04 2 2001 231,41 3 2002 295,19 4 2003 261,50 5 2004 214,13 6 2005 199,55 7 2006 274,26 8 2007 239,64 9 2008 176,75 10 2009 253,28 11 2010 292,48 12 2011 283,29 Sumber : Hasil Perhitungan Tabel 3.8. Perbandingan Tinggi Hujan Daerah Maksimum Tahunan Dengan Metode Rata rata Hitung (Arithmatic mean method) dan Poligon Thiessen (Thiessen polygon method) No. Tahun Tinggi Hujan (mm) Rata-rata hitung Thiessen 1 2000 259,95 256,04 2 2001 234,95 231,41
Image of page 13
68 No. Tahun Tinggi Hujan (mm) Rata-rata hitung Thiessen 3 2002 299,70 295,19 4 2003 265,50 261,50 5 2004 217,40 214,13 6 2005 202,60 199,55 7 2006 278,45 274,26 8 2007 243,30 239,64 9 2008 179,45 176,75 10 2009 257,15 253,28 11 2010 296,95 292,48 12 2011 287,65 283,29 Sumber : Hasil Perhitungan Dari hasil awal antara metode rata- rata hitung (Arithmatic mean method) dan poligon Thiessen (Thiessen polygon method) dapat dilihat bahwa hasil perhitungan curah hujan rata rata daerah dengan metode rata rata hitung lebih besar daripada dengan metode Thiessen. Hal ini tidak dapat dijadikan suatu dasar kesimpulan bahwa metode rata - rata hitung adalah yang terbaik, namun untuk mengetahuinya harus dilakukan sebuah uji yaitu uji T. 3.4.3 Metode Isohiet Tabel 3.9. Perhitungan Tinggi Hujan Daerah Maksimum Tahunan Dengan Metode Isohiet (Isohyetal method) Tahun 2000
Image of page 14
69 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 0 230 0,0289 6,6562 d 1 240 2,6088 626,1072 d 2 250 13,0342 3258,5550 d 3 238,9 6,2153 1484,8256 TOTAL 21,8872 5376,1440 Curah Hujan Rata - rata 245,6296 Sumber : Hasil Perhitungan Tahun 2001 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 0 220 5,1111 1124,4332 d 1 230 4,3736 1005,9280 d 2 240 5,4061 1297,4640 d 3 250 3,8109 952,7150 d 4 254 3,1855 796,3850 TOTAL 21,8872 5176,9252 Curah Hujan Rata - rata 236,5280 Sumber : Hasil Perhitungan Tahun 2002 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 0 320 2,9905 956,9600
Image of page 15
70 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 1 310 2,9382 910,8420 d 2 300 3,3420 1002,6060 d 3 290 4,8025 1392,7308 d 4 280 3,1948 894,5552 d 5 275,4 4,6191 1272,1112 TOTAL 21,8872 6429,8052 Curah Hujan Rata - rata 293,7698 Sumber : Hasil Perhitungan Tahun 2003 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 0 280 3,9657 1110,3904 d 1 270 3,2625 880,8804 d 2 260 6,0484 1572,5736 d 3 250 3,3920 848,0000 d 4 244 5,2186 1273,3384 TOTAL 21,8872 5685,1828 Curah Hujan Rata - rata 259,7497 Sumber : Hasil Perhitungan Tahun 2004 Isohiet Curah Hujan (mm) Luas (km 2 ) Volume (mm . km 2 ) d 0 230 3,7305 858,0150 d 1 220 3,9960 879,1156 d 2 210 6,1711 1295,9394 d 3 199,8 7,9896 1596,3261 TOTAL 21,8872 4629,3961 Curah Hujan Rata - rata 211,5112 Sumber : Hasil Perhitungan
Image of page 16
71 Tahun 2005 Isohiet Curah Hujan (mm)
Image of page 17
Image of page 18

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 22 pages?

  • Fall '19

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern

Ask Expert Tutors You can ask You can ask ( soon) You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes