Biaya ini terjadi karena produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi

Biaya ini terjadi karena produk dan jasa yang

This preview shows page 11 - 14 out of 26 pages.

Biaya ini terjadi karena produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi persyaratan atau tidak memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk disampaikan kepada pelanggan. Contoh biaya kegagalan eksternal : 1) Biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan Biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan adalah gaji dan overhead administrasi untuk departemen pelayanan kepada pelanggan ( departemen ‘customer servis’ ) memperbaiki produk yang dikembalikan, cadangan atau potongan untuk kualitas rendah, dan biaya angkut instruksi (Bhimani , 2008:705) 2) Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk: Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk adalah biaya administrasi untuk menangani pengembalian produk. instruksi (Bhimani , 2008:705) 3) Penjualan yang hilang karena produk yang tidak memuaskan: Penjualan yang hilang karena produk yang tidak memuaskan adalah margin kontribusi yang hilang karena pesanan yang tertunda, penjualan yang hilang dan menurunnya pangsa pasar instruksi (Bhimani , 2008:705) 2.1.3. Optimalisasi Biaya Kualitas Menurut Hansen dan Mowen (2009:503) manajer bertanggung jawab untuk menentukan tingkat biaya kualitas yang optimal dan menentukan proporsinya disetiap kelompok biaya kualitas. Ada dua pandangan terkait dengan optimalisasi biaya kualitas, yaitu: b. Pandangan Tradisional Hansen dan Mowen (2009:503) menyatakan pandangan tradisional mengasumsikan bahwa terdapat trade off antara biaya pengendalian dan biaya produk gagal. Ketika biaya pengendalian meningkat, biaya produk
Image of page 11
8 gagal harus turun. Selama penurunan biaya produk gagal lebih besar daripada kenaikan biaya pengendalian, perusahaan harus terus meningkatkan usahanya untuk mencegah atau mendeteksi unit-unit yang cacat. Pada akhirnya akan dicapai suatu titik dimana setiap kenaikan tambahan biaya dalam usaha tersebut menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengurangan biaya produk gagal. Titik ini menggambarkan tingkat minimum total biaya kualitas, dan merupakan saldo optimal antara biaya pengendalian dan biaya produk gagal. Titik ini juga yang disebut sebagai tingkat kualitas yang dapat diterima ( acceptable quality level- AQL ) (Hansen dan Mowen, 2009:502). Gambar 2.1: Kurva Tingkat Kualitas yang Dapat Diterima c. Pandangan Kontemporer Hansen dan Mowen (2009:503) menyatakan dalam pandangan ini digunakan model cacat nol ( zero defect ). Model ini menyatakan bahwa dengan mengurangi unit cacat hingga nol maka akan diperolah keunggulan biaya. Perusahaan yang menghasilkan semakin sedikit produk cacat akan lebih kompetitif daripada perusahaan yang menggunakan model AQL. Model cacat nol kemudian disempurnakan lagi dengan model mutu kaku ( robust quality model ). Menurut model ini, kerugian
Image of page 12
9 terjadi karena diproduksinya produk yang menyimpang dari nilai target, dan semakin jauh penyimpangannya semakin besar kerugian. Selain itu kerugian masih mungkin terjadi meskipun deviasi masih dalam batas toleransi spesifikasi. Dengan kata lain, variasi spesifikasi ideal adalah merugikan dan batas toleransi tidak menawarkan manfaat apapun. Model
Image of page 13
Image of page 14

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 26 pages?

  • Summer '16
  • tatang arigumanti

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes