Sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 Pancasila

Sebagaimana yang tertulis dalam pembukaan undang

This preview shows page 6 - 8 out of 10 pages.

Sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila menjadi landasan untuk menjiwai sistem pemerintahan Indonesia, termasuk didalamnya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD 1945). Jadi, Pancasila sebagai ideology bangsa dan negara berarti Pancasila merupakan suatu hasil pemikiran konsep, gagasan suatu teori atau ilmu yang diyakini kebenaranya, atau tersusun secara sistematis dan dicita-citakan yang digali dan diambil dari nilai-nilai luhur budaya masyarakat Indonesia. 2.2. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Seperti kita ketahui, budaya masyarakat Indonesia dalam mencapai kata sepakat melalui musyawarah dan konsensus dari masyarakat. Oleh karena itu, bentuk dari proses pemikiran dari suatu masyarakat terbuka menjadi suatu dasar kepribadian bangsa Indonesia sekaligus bagian dari konsep perumusan pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi terbuka sama halnya dengan bangsa Indonesia yang senantiasa terbuka dalam setiap dimensi kehidupan. Menurut Dr. Alfian, kekuatan ideologi bergantung pada tiga dimensi yang dikandungnya, yaitu: 1. Dimensi Realita 6
Image of page 6
Perkembangan aspirasi dan pemikiran masyarakat Indonesia dalam mewujudkan cita-citanya untuk hidup berbangsa dan bernegara secara nyata dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya. Misalnya, munculnya, ideologi Pancasila pertama kali hingga kini. 2. Dimensi Fleksibelitas (pendukung) Pancasila memiliki keluesan, baik untuk menjawab tantangan zaman dimasa kini maupun menghadapi masa depan tanpa harus kehilangan kepribadian dan arah kehidupan. 3. Dimensi Idealisme Keterbukaan untuk menerima kemajuan zaman yang lebih baik yang sesuai dengan nilai-nilai idealism. Pancasila tumbuh seiring dengan gerak perkembangan bangsa melalui perwujudan dan pengamalan dikehidupan sehari-hari. Keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut: 1. Nilai Dasar Nilai dasar yaitu hakikat kelima sila Pancasila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan. Nilai-nilai dasar tersebut bersifat universal, sehingga di dalamnya terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar ini bersifat tetap dan terlekat pada kelangsungan hidup negara. Nilai dasar tersebut selanjutnya dijabarkan dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Nilai instrumental Nilai instrumental yaitu penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila. Misalnya program-program pembangunan yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat, undang-undang, dan departemen- departemen sebagai lembaga pelaksana juga dapat berkembang. Pada aspek ini senantiasa dapat dilakukan perubahan. 3. Nilai praksis Nilai praksis yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam realisasi praksis inilah maka penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat.
Image of page 7
Image of page 8

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 10 pages?

  • Winter '18
  • Nufikha Ulfah

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture