dengan jumjlah sales tertentu rasio profit margin dapat diperbesar dengan

Dengan jumjlah sales tertentu rasio profit margin

This preview shows page 17 - 21 out of 30 pages.

dengan jumjlah sales tertentu rasio profit margin dapat diperbesar dengan menekan atau memeperkecil operating expenses. Margin laba kotor tetap dihitung dengan rumus: Marginlabakotor = Penjualan harga pokok Penjualan penjualan c. Margin Laba Operasi ( Operating profit margin) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.Operating profit margin mengukur persenta si dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. .Operating rasio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang tinggi menunjukkan keadaan kurang baik karena berarti setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil. Tetapi rasio yang tinggi mungkin tidak hanya disebabkan oleh faktor intern tetapi juga faktor ektern misalnya faktor harga yang sulit untuk dikendalikan oleh manajemen. dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak . Margin laba operasi dihitung dengan rumus: Marginlabaoperasi = Labaoperasi Penjulan a. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) Semakin tinggi Net profit margin semakin baik operasi suatu perusahaan. Profit margin menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih
Image of page 17
pada tingkat penjualan tertentu.Rasio ini bisa diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya di perusahaan pada periode tertentu. Margin laba bersih dihitung dengan rumus: Marginlababersih = LabaBersih Penjualan ANALISIS PEMECAHAN MASALAH a. Margin Laba Usaha Tahun EBIT Penjualan Bersih Margin laba usaha 2010 Rp 1,654,948 Rp 20,265,425 8,2% 2011 Rp 2,386,835 Rp 31,676,219 7,5% 2012 Rp 2,882,834 Rp 27,526,306 10,5% 2013 Rp 1,204,196 Rp 23,935,214 5,0% 2014 Rp 1,962,076 Rp 32,340,665 6,1% Berdasarkan tabel di atas margin laba usaha tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 10,5% dan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 5,0%. Margin laba usaha melihat EBIT sebagai persentase penjualan, ini menunjukan bahwa terjadi penurunan presentasi penjualan di tahun 2013. Menurunnya kuantitas ekspor yang begitu signifikan CPO pada tahun 2012 , di mana tarif bea keluar CPO lebih tinggi daripada tarif untuk produk olahan. Karena Lebih banyak produk PT SMART Tbk dijual secara ekspor dengan negara tujuan utama Cina, India dan Uni Eropa.
Image of page 18
b. Margin Laba Kotor ( Gross Profit margin ) Table 3.1 Margin Laba Kotor Tahun Penjualan Harga pokok penjualan Margin laba kotor 2010 Rp 20,265,425 Rp 17,127,929 15.48% 2011 Rp 31,676,219 Rp 24,154,526 23.75% 2012 Rp 27,526,306 Rp 21,001,275 23.70% 2013 Rp 23,935,214 Rp 19,813,935 17.22% 2014 Rp 32,340,665 Rp 27,648,684 14.51% Berdasarkan Tabel diatas gross profit margin pada tahun 2014 sebesar 14.51% lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 17.22%.Gross profit margin tahun 2010 15.48% ; tahun 2011 23.75% ; dan tahun 2012 menjadi 23,70% . bahwa pada 2013 Margin laba kotor mengalami penurunan. Ini menunjukkan harga pokok penjualan relatif lebih tinggi
Image of page 19
dibandingkan dengan sales. Semakin rendah gross profit margin semakin kurang baik operasi perusahaan. Laba usaha Perseroan menurun menjadi Rp 1,95 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 3,26 triliun pada tahun 2012, disebabkan oleh menurunnya laba kotor yang diimbangi dengan penurunan beban pajak ekspor yang signifikan.
Image of page 20
Image of page 21

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture