Implikasi dari tidak dimilikinya seluruh kepemilikan entitas anak oleh entitas

Implikasi dari tidak dimilikinya seluruh kepemilikan

This preview shows page 38 - 51 out of 58 pages.

Implikasi dari tidak dimilikinya seluruh kepemilikan entitas anak oleh entitas induk adalah munculnya kepemilikan dari pihak lain yang kemudian disebut sebagai kepentingan non pengendali (non controlling interest). Menurut PSAK 65 (2014), entitas induk disyaratkan untuk menyajikan kepentingan non pengendali pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian secara terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Image of page 38
Kepentingan Nonpengendali PSAK 65 (2014) memberikan definisi kepentingan nonpengendali sebagai ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung kepada entitas induk. Hal tersebut dapat diartikan bahwa bagian dari entitas anak yang tidak dapat dikuasai secara efektif atau dimiliki oleh entitas induk. Lebih lanjut PSAK 65 (2014) mensyaratkan entitas induk untuk menyajikan secara terpisah bagian dari kepentingan non pengendali pada ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pengguna laporan keuangan seberapa besar bagian dari asset bersih yang dimiliki entitas anak yang tidak dikuasai oleh entitas induk. Dalam hal ini nilai yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali termasuk bagian laba rugi dan setiap komponen yang diakui sebagai bagian penghasilan komprehensif lain.
Image of page 39
Konsolidasi dengan Kepemilikan Sebagian Sesaat Setelah Akuisisi Merujuk kembali Gambar 3.1 dengan modifikasi informasi sbb yakni PT Nusantara membeli 75% saham PT Andalas seharga Rp 900.000.000. Pada saat dilakukan akuisisi, diketahui pula bahwa nilai wajar dari asset dan liabilias PT Andalas adalah sama dengan nilai tercatatnya seperti yang ditampilkan pada Gambar 3.1. Nilai tercatat dari seluruh ekuitas PT Andalas adalah Rp 1.200.000.000 sehingga nilai investasi yang dikeluarkan oleh PT Nusantara sama dengan nilai tercatat dari bagian saham yang diperoleh. Sebagai gambaran, transaksi akuisisi PT Nusantara terhadap PT Andalas ditunjukkan pada skema berikut ini.
Image of page 40
Image of page 41
Kertas Kerja Konsolidasian Untuk memperoleh laporan keuangan konsolidasian PT Nusantara dan PT Andalas sesaat setelah transaksi akuisisi ini, dapat digunakan bantuan kertas kerja yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Tabel 3.10 menunjukkan kertas kerja konsolidasi untuk laporan posisi keuangan PT Nusantara dan PT Andalas.
Image of page 42
Image of page 43
Pada Tabel 3.10, Laporan keuangan konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak dengan kepemilikan sebagian (dalam contoh ini adalah 75% kepemilikan) tampak sama dengan nilai yang ditunjukkan untuk kepemilikan penuh. Hal yang membedakan adalah pada bagian ekuitas, muncul suatu akun baru yakni Bagian Kepentingan Nonpengendali yang merupakan cerminan porsi kepemilikan pihak non afiliasi pada PT Andalas atau dengan kata lain adalah bagian kepemilikan PT Andalas yang tidak dimiliki oleh PT Nusantara (dalam contoh ini adalah 25% kepemilikan),
Image of page 44
Konsolidasi dengan Kepemilikan Sebagian pada Tahun Pertama Setelah Akuisisi
Image of page 45
Image of page 46
Image of page 47
Image of page 48
Image of page 49
ISU LAIN SEPUTAR KONSOLIDASIAN Konsolidasi dengan Metode Biaya Ada kalanya suatu entitas induk memilih untuk menggunakan metode biaya untuk mencatat aktivitas investasinya pada entitas lain.
Image of page 50
Image of page 51

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 58 pages?

  • Winter '18
  • Fitri Merawati, S.Pd., M.A

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture