Celakanya orang orang IT internal belasan perusahaan di bawah holding BUMN

Celakanya orang orang it internal belasan perusahaan

This preview shows page 9 - 12 out of 16 pages.

Celakanya orang-orang IT internal belasan perusahaan di bawah holding BUMN tersebut tidak ada pula yang menyanggah atau mengkoreksi kesalahan tersebut. Mereka serempak meng- amin -kan hasil asesmennya dan mendasarkan langkah-langkah tindak lanjutnya pada hasil laporan tersebut. Konsultan tersebut menggunakan Permen BUMN sebagai dasar melakukan assessment tingkat kematangan tata kelola (dengan target tingkat kematangan 3). Namun mereka menggunakan COBIT 5 untuk melakukan asesmennya. Padahal jelas Permen BUMN itu menggunakan COBIT 4/4.1 sebagai standard framework untuk melakukan assessment tata kelola TI. Disamping itu COBIT 5 juga menggunakan metode assessment yang sangat berbeda dengan COBIT 4.1. Terminologi yang digunakan oleh COBIT 5 pun berbeda, yaitu Process Capability (bukan lagi Process Maturity ). Jadi menggunakan COBIT 5 untuk melakukan assessment tingkat kematangan ( maturity ) tata kelola TI itu ibarat jaka sembung naik delman , nggak nyambung man . Apalagi terus disambungkan dengan pemenuhan Permen BUMN. Lebih jauh lagi tersesatnya.
Image of page 9
Study Kasus COBIT 2019 Sources: Permen BUMN dan COBIT Assessment Beberapa waktu yang lalu MTI diminta memberikan sebuah workshop internal di sebuah perusahaan BUMN dengan topik seputar Tata Kelola Teknologi Informasi. Latar belakangnya adalah perusahaan tersebut baru saja di- assess oleh Auditor Independen yang ditunjuk oleh perusahaan holding induknya. Hasil dari assessment tersebut katanya belum memuaskan, sehingga manajemen meminta agar para pihak terkait diberikan pemahaman yang benar agar tata kelola TI mereka bisa terus ditingkatkan. Ada beberapa hal yang membingungkan dari informasi awal yang disampaikan: 1. Tn.B mengatakan bahwa assessment dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-02/MBU/2013 perihal Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi Badan Usaha Milik Negara (selanjutnya disebut Permen BUMN). Dimana dalam Permen tersebut BUMN diharapkan dapat memiliki tingkat kematangan minimal 3 pada 5 (lima) tahun setelah peraturan tersebut diundangkan. Kedua, beliau mengatakan bahwa tingkat kematangan perusahaannya pada tahun 2017 ini adalah sebesar satu koma sekian sekian . 2. Setelah Tn.B menjelaskan lebih lanjut bahwa asesmen dilakukan dengan menggunakan standard COBIT 5 maka MTI langsung mempertanyakannya.
Image of page 10
Study Kasus COBIT 2019 Sources: Permen BUMN dan COBIT Assessment Maturity versus Capability Assessment COBIT 4.1 menggunakan tingkat kematangan (maturity level) sebagai alat untuk perbandingan (benchmark) kualitas tata kelola TI satu organisasi dengan organisasi lainnya. Metodologi yang digunakan mengadopsi kerangka kerja CMMI yang membagi dalam 5 (lima) tingkatan.
Image of page 11
Image of page 12

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 16 pages?

  • Fall '16
  • Jade

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes