Pengakuan hasil investasi 39 hasil investasi yang

  • No School
  • AA 1
  • 448

This preview shows page 158 - 163 out of 448 pages.

PENGAKUAN HASIL INVESTASI 39. Hasil investasi yang diperoleh dari investasi jangka pendek, antara lain berupa bunga deposito, bunga obligasi, dan dividen tunai ( cash dividend ), diakui pada saat diperoleh dan dicatat sebagai pendapatan. 40. Hasil investasi berupa dividen tunai yang diperoleh dari penyertaan modal pemerintah yang pencatatannya menggunakan metode biaya, dicatat sebagai pendapatan hasil investasi. Sedangkan apabila menggunakan metode ekuitas, bagian laba berupa dividen tunai yang diperoleh oleh pemerintah dicatat sebagai pendapatan hasil investasi dan mengurangi nilai investasi pemerintah. Dividen dalam bentuk saham yang diterima tidak akan menambah nilai investasi pemerintah. PELEPASAN DAN PEMINDAHAN INVESTASI 41. Pelepasan investasi pemerintah dapat terjadi karena penjualan, pelepasan hak karena peraturan pemerintah, dan lain sebagainya. 42. Perbedaan antara hasil pelepasan investasi dengan nilai tercatatnya harus dibebankan atau dikreditkan kepada keuntungan/rugi pelepasan investasi. Keuntungan/rugi pelepasan investasi disajikan dalam laporan operasional. Lampiran I.07 PSAP 06 - 8 598 599 600 4564 4565 4566 4567 4568 4569 4570 4571 4572 4573 4574 4575 4576 4577 4578 4579 4580 4581 4582 4583 4584 4585 4586 4587 4588 4589 4590 4591 4592 4593 4594 4595 4596 4597 4598 601
Image of page 158
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PENGUNGKAPAN 43. Hal-hal lain yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan pemerintah berkaitan dengan investasi pemerintah, antara lain: (a) Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi; (b) Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan nonpermanen; (c) Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang; (d) Penurunan nilai investasi yang signifikan dan penyebab penurunan tersebut; (e) Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan penerapannya; (f) Perubahan pos investasi. Lampiran I.07 PSAP 06 - 9 602 603 604 4599 4600 4601 4602 4603 4604 4605 4606 4607 4608 4609 605
Image of page 159
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 1 TANGGAL EFEKTIF 2 44. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) ini 3 berlaku efektif untuk laporan keuangan atas pertanggungjawaban 4 pelaksanaan anggaran mulai Tahun Anggaran 2010. 5 45. Dalam hal entitas pelaporan belum dapat menerapkan PSAP 6 ini, entitas pelaporan dapat menerapkan PSAP Berbasis Kas Menuju Akrual 7 paling lama 4 (empat) tahun setelah Tahun Anggaran 2010. Lampiran I.07 PSAP 06 - 10 606 607 608 4610 4611 4612 4613 4614 4615 4616 609
Image of page 160
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I.08 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2010 TANGGAL 22 OKTOBER 2010 STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PERNYATAAN NO. 07 AKUNTANSI ASET TETAP Lampiran I.08 PSAP 07 – (i) DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN ------------------------------------------------------------------------------- 1-3 610 611 612 4617 4618 4619 4620 4621 4622 4623 4624 4625 4626 4627 4628 4629 4630 4631 4632 4633 4634 4635 4636 4637 4638 4639 4640 4641 4642 4643 4644 4645 4646 613
Image of page 161
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TUJUAN ----------------------------------------------------------------------------------- 1 RUANG LINGKUP ---------------------------------------------------------------------- 2-3 DEFINISI ----------------------------------------------------------------------------------------- 4 UMUM --------------------------------------------------------------------------------------------- 5-6 KLASIFIKASI ASET TETAP ---------------------------------------------------------------- 7-14 PENGAKUAN ASET TETAP --------------------------------------------------------------- 15-19 PENGUKURAN ASET TETAP ------------------------------------------------------------ 20-22 PENILAIAN AWAL ASET TETAP --------------------------------------------------------- 23-48 KOMPONEN BIAYA -------------------------------------------------------------------- 28-37 KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN -------------------------------------------- 38-40 PEROLEHAN SECARA GABUNGAN ---------------------------------------------- 41 PERTUKARAN ASET ( EXCHANGES OF ASSETS ) -------------------------- 42-44 ASET DONASI -------------------------------------------------------------------------- 45-48 PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ( SUBSEQUENT EXPENDITURES ) ------------------------------------------------------------------------------ 49-51 PENGUKURAN BERIKUTNYA ( SUBSEQUENT MEASUREMENT ) TERHADAP PENGAKUAN AWAL ------------------------------------------------------- 52-60 PENYUSUTAN --------------------------------------------------------------------------- 53-58
Image of page 162
Image of page 163

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 448 pages?

  • Fall '19

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes
A+ icon
Ask Expert Tutors