J penjagaannya sederhana kok ndak ketat lalu kita ya

This preview shows page 58 - 60 out of 84 pages.

J: Penjagaannya sederhana kok, ndak ketat. Lalu kita ya mengirim teman-teman saya jawa itu, ngambili tis itu lo, kita bongkar kita kirim ke teman-teman ya untuk 58
Image of page 58
merokok di dalam, he-eeng. La kita itu kan dapat jatah dari Om Yom Bing yang punya pabrik rokok. Setiap sore itu dapat kiriman satu bal rokok. T: Itu yang direktur Betue? J: Ya. Itu isterinya setiap sore ya makanan, pokoknya setiap hari ngirim itu, rokoknya mesti satu bal, itu lalu dibagi-bagikan. Saya dapat jatah itu saya kumpulkan, ini kalau saya kirimkan ke penjara itu ndak, setelah saya masuk penjara itu nggak pernah menerima. Tapi petugas yang menerima, yang masuk hanya itu bekas itu. Jadi utis-utis itu masih disitu itu saya mbil, saya bongkar saya jemur, saya kirimkan ke penjara. Karena teman-teman Tapol yang dipenjara ambilnya yang masih baru itu, ngirim mas Dayat itu Kapten. Ndak mau dibawa ke Trisula, dia maunya dipenjara dengan teman banyak. Lalu untuk ngirim mas Dayat itu sama Tionghoa yang namanya – yang sekarang baru saja meninggal – yang kerja di Puyung itu siapa to namanya. T: Puyung? J: He-eeng. Kerja ditokonya pabrik kita Puyung, he-eeng. Itu juga masuk situ, itu saya kirimi makanan itu kalua yang bagus nggak pernah masuk ke situ. Dia terus disel gitu lo. Saya kirim makanan saja yang bagus-bagus, saya dapat kiriman ya Tionghoa-Tionghoa kalau dapat makanan saya mesti diberikan di tempat saya gitu. T: Di Trisula gitu ya? J: Ya di Trisula. Dan saya, makan saya ndak pernah kiriman itu dimakan, kiriman rakyat dimintakan pada rakyat to. Tapi kalau kiriman itu dari Sukorejo, dari Sentul, itu basu nasinya mesti ada ikannya dan tapi kalau Karang Tengah atau Plosoker itu tempatnya santri, itu makannya nasi jagung sayur paya dikirim ke Tapol itu. Jadi lain, dari santri itu mesti jahat. T: Itu yang mintain siapa bu? J: Tentara itu, kita orang itu dimintakan nasinya dimintakan kepada rakyat, dibebankan rakyat, gitu lo. Ditahanan itu bukan ditanggung pemerintah, tetapi sudah menanggung sudah kita, masih minta kepada rakyat yang hidupnya juga sengsara waktu itu, kejam sekali pokoknya. Tentara yang minta. Jadi 155 orang itu setiap hari dimintakan giliran, he-eeng. Jadi sehari sini, padahal hanya 12 desa, coba, ora lencret [ketawa]. Umpamaya 55,55 ya, kan empat kali, empat hari sekali mesti diminta, coba. Gek untuk tiga kali makan, pagi, siang sore. Tapi ndak termakan, dibuang, kita kan dapat kiriman, apa lagi Tionghoa-Tionghoa kirimannya kan bagus-bagus. Tapi kalau Om Jing Po itu pasti pakai arak kalau masak, saya ndak mau. T: Jing Po? J: Wie Jing Po itu orang Blitar sini, Cina. Kan ya dimasukkan penjara, tapi baru meninggal juga. T: Jadi berapa lama bu waktu di Trisula Blitar itu? J: Di Trisula itu mungkin lima bulan. Lalu masuk penjara. Dua tahun di penjara, dipindah di Madiun, eeh di Kediri. Di Kediri di 99. Itu perempuannya hanya dua saya, dan Bu Darwati. Lalu karena lelaki semua los jadi satu, kalau mandi segala kan susah kita. Lalu dipindah ke PM. Di PM juga ada prianya, tapi kamarnya sendiri-sendiri.
Image of page 59
Image of page 60

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 84 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes