PENDIRIAN CABANG Transfer aset ke cabang di catat KP akun Investasi di Cabang

Pendirian cabang transfer aset ke cabang di catat kp

This preview shows page 11 - 19 out of 41 pages.

PENDIRIAN CABANG Transfer aset ke cabang di catat KP  akun Investasi di Cabang; begitu juga dg cabang  akun Kantor Pusat Contoh : PT Jaya yang berlokasi di Jakarta mendirikan sebuah cabang di Medan Sumut. KP mentransfer ke Cabang berupa kas Rp.20 juta, peralatan kantor baru Rp.5 juta dan peralatan toko baru Rp. 30 juta KANTOR PUSAT (h) CABANG ( b) H-1 Inv. Di Cab Medan 55 jt Kas 20 jt Peralatan Kantor 5 jt Peralatan Toko 30 jt B -1 Kas 20 jt Perl. Kantor 5 jt Perl. Toko 30 jt Kantor Pusat 55 jt Transfer Aset dr Kantor Pusat
Image of page 11
Neraca terpisah yang dibuat cabang Medan setelah transfer sbb : asset Kewajiban Kas Peralatan Kantor Peralatan Toko 20 juta 5 juta 30 juta Kantor Pusat 55 juta total 55 juta total 55 juta
Image of page 12
PENGAKUAN LABA CABANG Laba tiap cabang dihitung secara periodik dg cara yg normal seperti biasa Cabang jarang menghitung PPh atas laba untuk setiap cabang / mencatat beban PPh atas laba di pembukuan kewajiban perusahaan secara keseluruhan Seluruh pendapatan dan biaya di tutup ke ikhtisar Laba Rugi  saldo menunjukkan laba cabang pd suatu periode dan di tutup ke akun Kantor Pusat
Image of page 13
CONTOH : IKHTISAR L/R CABANG MEDAN MEMILIKI SALDO KREDIT RP. 63 JUTA PD AKHIR PERIODE Cabang (Menutup Ikhtisar L/R) KP (Mencatat Laba Cabang Medan) B-3 Ikhtisar L/R 63 juta KP 63 juta Menutup ikhtisar Laba rugi H-4 Inv dari CMedan63 juta Laba CMedan 63juta Mencatat laba cabang Medan Laporan Keuangan keseluruhan  laba Cabang Medan di eliminasi
Image of page 14
PENGIRIMAN PERSEDIAAN KE CABANG Cabang yang membeli dan menjual persediaan diperoleh dari : 1. Kantor pusat 2. Diijinkan sebagian dari eksternal ( dicatat seperti biasa) Contoh : Cabang Medan membeli persediaan Rp. 5 juta dari penjual grosir independen dan cabang menerapkan metode persediaan perpectual Tidak ada ayat jurnal yang dibuat di buku Kantor Pusat B5 Persediaan Kas (Utang Dagang) Mencatat pembelian persediaan dari pihak eksternal 5 juta 5 juta
Image of page 15
PERSEDIAAN YG DITAGIH SEBESAR NILAI PEROLEHAN Contoh : Kantor Pusat PT jaya mentransfer persediaan dengan harga perolehan Rp. 8 juta ke Cabang Medan KANTOR PUSAT CABANG MEDAN H-6 Inv di Cbg Mdn 8 jt Persediaan 8 jt Transfer Persed. ke Cabang Medan B-7 Persediaan 8 jt Kantor Pst 8 jt Transfer Persed. Dari Kantor Pusat TIDAK ADA KEUNTUNGAN YANG DIAKUI OLEH KP ATAS TRANSFER TSB. SELURUH KEUNTUNGAN DIAKUI CABANG SAAT MENJUAL PERSEDIAAN KE PADA PIHAK EKSTERNAL
Image of page 16
BEBAN PENGIRIMAN YANG DIBEBANKAN ATAS PENGIRIMAN PERSEDIAAN Beban Pengiriman yang dibebankan atas pengiriman persediaan dari KP ke Cabang menjadi bagian dari biaya perolehan persediaan cabang. Contoh : KP Jaya membayar Rp. 100.000 untuk pengiriman persediaan senilai Rp. 8 juta ke Cabang Medan KANTOR PUSAT (h) CABANG ( b) H-8 Inv. Di Cab Medan 8,1 jt Pers 8jt Kas 0,1 jt (Transfer persediaan ke Cabang Medan dan membayar ongkos kirim) B -9 Persediaan 8,1 jt Kan Pus 8,1 jt (transfer persediaan dari Kantor Pusat)
Image of page 17
B. PERSEDIAAN YG DITAGIH MELEBIHI NILAI PEROLEHAN Nilai persediaan dari Kantor Pusat > dari Harga Perolehan Kantor Pusat Kantor Pusat dan setiap cabang diperlakukan sebagai pusat keuntungan Dianggap Laba antar perusahaan dalam
Image of page 18
Image of page 19

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 41 pages?

  • Summer '18

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture