Salah satu syarat untuk dapat menjadi batuan induk adalah batuan tersebut harus

Salah satu syarat untuk dapat menjadi batuan induk

This preview shows page 3 - 5 out of 8 pages.

Salah satu syarat untuk dapat menjadi batuan induk adalah batuan tersebut harus mempunyai kandungan material organik dalam jumlah yang signifikan (>1% berat). Secara teoritis, batuan induk yang kaya material organik tersusun oleh 3 komponen, yaitu matriks batuan, material organik padat dan fluida yang mengisi spasi pori. Batuan non-induk hanya terdiri dari 2 komponen, yaitu matriks batuan dan fluida yang mengisi spasi pori.Keberadaan serpih kaya organik bisa dikenali dari data log mekanik dengan ciri sebagai berikut : nilai kurva gamma ray yang tinggi, kurva resistivitas tinggi, kurva densitas rendah, nilai porositas netron tinggi dan nilai kurva sonik tinggi. Disamping untuk mengetahui keberadaan batuan induk potensial, identifikasi litologi penyusun Formasi Brown Shale juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapuhan batuan. Sebagai reservoar serpih hidrokarbon suatu batuan harus bersifat rapuh ( brittle ), sehingga pori-pori dalam batuan tersebut dapat terbuka pada saat dilakukan fracturing . Salah satu ciri keberadaan formasi yang rapuh adalah formasi tersebut tersusun oleh perselang-selingan batulempung dan batulanau. 2. Evaluasi Kematangan Dalam batuan induk yang belum matang, material organik padat dan matriks batuan terdiri dari fraksi padat, sementara spasi pori batuan terisi air formasi. Pada saat batuan induk mencapai kematangan, sebagian material organik padat berubah menjadi hidrokarbon cair (atau gas) yang akan bergerak menuju ruang pori dan mengusir air formasi. Dalam penelitian ini tingkat kematangan batuan induk dievaluasi berdasarkan data log mekanik dengan menggunakan Metoda Passey. Untuk mengevaluasi kematangan batuan induk, Passey (1990) mengembangkan suatu metoda yang disebut Δ log R Technique. Teknik ini telah sukses diaplikasikan pada banyak sumur di seluruh dunia, baik pada batuan induk klastik maupun karbonat. Pada metoda ini digunakan kombinasi log resistivitas dan sonik. Log sonik merupakan tipe log mekanik yang mengukur interval waktu lewat (Δ t) dari suatu gelombang suara kompresional yang merambat melewati 1 ft formasi dan dinyatakan dalam μsec/ft. Log resistivitas merupakan tipe log mekanik yang mengukur tahanan jenis batuan dan dinyatakan dalam satuan ohm-m. Untuk mengetahui tingkat kematangan batuan induk, kurva interval waktu lewat dan kurva resistivitas diatur skalanya sehingga skala relativnya adalah 50 μsec/ft atau 164 μsec/m per satu siklus logaritma resistivitas. Kedua kurva tersebut kemudian ditampalkan dan sebagai garis dasar pembacaan ( baseline ) ditempatkan pada zona batuan berbutir halus non-source rock. Kondisi baseline dicirikan oleh berimpitnya kedua kurva satu sama lain pada kisaran kedalaman yang signifikan. Adanya separasi antara kurva resistivitas dan sonik mengindikasikan adanya interval batuan induk kaya material organik yang matang (Gambar 3).
Image of page 3