Persiapan larutan polimer dari polimer emulsi atau persediaan tidak begitu

Persiapan larutan polimer dari polimer emulsi atau

This preview shows page 32 - 35 out of 54 pages.

Persiapan larutan polimer dari polimer emulsi atau persediaan tidak begitu kompleks. Hanya dibutuhkan pengukuran air dan penambahan zat-zat kimia. Cairan polimer seringkali disempurnakan dengan mixer statis atau mixer inline tanpa memakai tangki 27 Gambar II.11. Diagram Peralatan Pencampur Polimer Kering
Image of page 32
pencampur yang besar. Polimer konsentrasi yang tinggi disimpan didalam sebuah tangki dengan menggunakan pompa untuk mengontrol kecepatan polimer yang masuk ke dalam mixer. II.3.6.1 Sistem Injeksi Polimer Injeksi fluida ke dalam reservoir melalui beberapa sumur umumnya dilakukan dengan memakai sistem manifold. Dalam menginjeksikan fluida ke dalam reservoir dapat digunakan pompa positive displacement sehingga laju aliran volumetris total dapat dikontrol untuk melihat program injeksi secara keseluruhan. Tanpa alat pengontrol aliran pada masing-masing sumur, aliran relatif dapat ditentukan dengan flow resistance (daya tahan aliran) dalam masing-masing sumur injeksi. Untuk mengimbangi injeksi yang tidak terkontrol, dibutuhkan beberapa jenis kontrol aliran pada masing-masing sumur. Dalam beberapa kasus, jika fluida yang diinjeksikan adalah air atau slug tercampur(miscible slug), throttling valve sederhana dapat untuk mengatur aliran fluida. Jika sejumlah sumur menerirna fluida dari suatu pompa dalam jumlah besar, alat pengontrol tersebut menjadi stabil karena seluruh sistem saling berhubungan. Perubahan sedikit saja dari alat trhottling (katup penyumbat) pada satu sumur menyebabkan perubahan aliran di semua sumur yang lain karena laju alir total tetap konstan. Namun sistem ini tetap bekerja jika cukup memonitoring terhadap laju injeksi pada masing-masing sumur. Injeksi polimer polyacrilamide memerlukan larutan khusus dalam masalah pengontrolan laju injeksi. Polimer-polimer tersebut rentan terhadap penurunan shear pada melewati throttling valve. Cara umum yang digunakan untuk mengontrol laju injeksi adalah dengan menempatkan tubing yang mempunyai diameter yang relatif kecil. Polimer lebih sensitif terhadap viscoelastic shear daripada viscous shear didalam pipa orifice atau perlatan yang serupa, oleh karena itu tubing-tubing tersebut mengontrol aliran tanpa menurunkan kualitas polimer. Diameter tubing dihitung berdasarkan shear rate untuk laju aliran yang diinginkan, sedangkan panjang tubing dihitung berdasarkan tekanan yang harus dihilangkan sebelum memasukkan wellhead. II.3.6.2 Performance Reservoir Setelah Injeksi Polimer. 28
Image of page 33
Bila semua karakteristik reservoir telah cocok untuk injeksi polimer, diharapkan performance reservoir setelah injeksi polimer mempunyai hasil yang baik. Dari data-data dilapangan yang telah berhasil dilakukan injeksi kimia dapat menggambarkan performance reservoir setelah injeksi kimia. Perolehan minyak tambahan yang diharapkan dari injeksi polimer adalah kira-kira sebesar 5% dari residual oil reserves.
Image of page 34
Image of page 35

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 54 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture