Jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal

This preview shows page 5 - 8 out of 32 pages.

Jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak bekerja (allowance) seperti makan, sholat, dan sebagainya, yaitu 30% (tiga puluh persen) dari jumlah jam kerja. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil, jam kerja efektif setelah dikurangi waktu luang adalah sebagai berikut: 1. Jam kerja efektif per hari = 1 (satu) hari x 5 (lima) jam = 300 (tiga ratus) menit; 2. Jam kerja efektif per minggu = 5 (lima) hari x 5 (lima) jam = 25 (dua puluh lima) jam = 1500 (seribu lima ratus) menit; 3. Jam kerja efektif per bulan = 20 (dua puluh) hari x 5 (lima) jam = 100 (seratus) jam = 6000 (enam ribu) menit; dan 4. Jam kerja efektif per tahun = 240 (dua ratus empat puluh) hari x 5 (lima) jam = 1200 (seribu dua ratus) jam = 72000 (tujuh puluh dua ribu) menit. Jam kerja efektif akan menjadi alat pengukur dari bobot kerja yang dihasilkan setiap unit kerja.
- 6 - C.Waktu dan Unit yang Melaksanakan Analisis Beban Kerja 1. Waktu Pelaksanaan. a.pelaksanaan analisis beban kerja di setiap unit organisasi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan setiap tahun pada bulan November hingga Maret tahun berikutnya; dan b.apabila dipandang perlu pelaksanaan analisis beban kerja pada unit/satuan kerja dapat dilaksanakan sewaktu-waktu, misalnya karena terjadi perubahan kebijakan yang mengakibatkan perubahan sistem dan prosedur, penyempurnaan organisasi atau sebab yang lain sesuai dengan kebijakan pimpinan. 2. Unit Yang Melaksanakan Analisis Beban Kerja. Analisis beban kerja dilakukan oleh tiap unit organisasi yang secara fungsional mempunyai tugas menangani ketatalaksanaan/ kepegawaian dan secara berjenjang dikoordinasikan oleh sekretariat unit utama dan Sekretariat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai berikut: a.dalam hal perhitungan kebutuhan pegawai untuk penyusunan formasi pegawai dilakukan oleh unit yang menangani kepegawaian dan dikoordinasikan oleh Biro Sumber Daya Manusia; dan b.dalam hal pengembangan organisasi dilakukan oleh unit yang menangani organisasi dan dikoordinasikan oleh Biro Hukum dan Organisasi. D.Metode Analisis Beban Kerja Metode analisis beban kerja dapat menggunakan: 1.metode teknik analitis, yaitu metode ilmiah dengan menggunakan pengukuran waktu yang teliti melalui pengamatan langsung; 2.metode praktis empiris, yaitu berdasarkan pada pengalaman perorangan atau pemegang jabatan; atau 3.metode identifikasi beban kerja, yaitu dengan mengidentifikasi beban kerja melalui hasil kerja, objek kerja, peralatan kerja, dan tugas per tugas jabatan.
- 7 - E.Aspek-Aspek Dalam Perhitungan Beban Kerja 1.Beban Kerja. Beban Kerja merupakan aspek pokok yang menjadi dasar untuk perhitungan. Beban Kerja ditetapkan melalui program unit kerja yang dijabarkan menjadi target pekerjaan untuk setiap jabatan.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture