Karakteristik Geomorfik Kejadian Longsorlahan Analisis kondisi geomorfologi

Karakteristik geomorfik kejadian longsorlahan

This preview shows page 78 - 80 out of 105 pages.

Karakteristik Geomorfik Kejadian Longsorlahan Analisis kondisi geomorfologi daerah penelitian meliputi genesis bentuklahan serta proses geomorfologi. Proses geomorfologi yang bekerja pada material batuan akan menghasilkan bentukan tertentu yang disebut bentuklahan. Tenaga geomorfologi yang menyebabkan proses geomorfologi menurut Thornbury (1958) adalah semua media alami yang mampu mengikis dan mengangkut material batuan baik yang berupa air, angin, maupun gaya gravitasi. Tenaga angin di daerah penelitian tidak berpengaruh dalam pembentukan bentuklahan. Kondisi geomorfologi di daerah penelitian dipengaruhi oleh morfogenesis yang terjadi yaitu: (a) bentukan asal proses fluvial; (b) bentukan asal proses vulkanik; (c) bentukan asal proses struktural; dan (d) bentukan asal proses denudasional. Bentukan asal proses vulkanik di daerah penelitian merupakan bentukan asal pada awal terbentuknya Pegunungan Menoreh. Saat ini telah terubah oleh proses eksogen yang sangat intensif sehingga dikelompokkan sebagai bentukan asal denudasional. Proses eksogen yang terjadi terutama disebabkan oleh kondisi iklim setempat baik input hujan maupun fluktuasi temperatur, kerja air dan gaya gravitasi. Beberapa proses eksogen yang terjadi antara lain adalah proses pelapukan, erosi, dan longsorlahan. Proses pelapukan yang terjadi banyak ditemukan pada batuan breksi- andesit yang tersingkap. Pelapukan tersebut mengakibatkan pengelupasan mengulit bawang ( speroidal weathering) dengan inti dari batuan masih nampak segar. Keberadaan kekar-kekar minor yang banyak terdapat pada batuan breksi- andesit dengan arah tidak beraturan mengakibatkan batuan mudah lapuk dan fragmen batuan mudah lepas dari semen pengikatnya. Sebaran kejadian longsorlahan pada setiap satuan bentuklahan disajikan Tabel 6, selanjutnya sebaran satuan bentuklahan di daerah penelitian disajikan pada Gambar 2. Analisis longsorlahan secara geomorfologis mendasarkan pada konsep dasar geomorfologi “the past and present are the keys to the future” (Huabin et al., 2005). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memperkirakan kemungkinan terjadi Sumber: Analisis Peta Rupabumi skala 1 : 25.000 Tabel 5. Agihan Kejadian Longsorlahan pada Tipe Penggunaan Lahan No Tipe Penggunaan Lahan Luas (ha) Luas (%) Jumlah Kejadian 1 Kebun Campuran 14. 751,42 43,04 34 2 Permukiman 8.769,89 25,59 27 3 Sawah 4.149,66 12,41 2 4 Hutan 1.005,41 2,93 5 5 Tegalan 4.372,87 12,76 79 6 Lainnya (waduk, sungai, dll.) 2.255,84 6,20 3 Luas Keseluruhan 34.269,68 100 150
Image of page 78
Forum Geografi, Vol. 25, No. 1, Juli 2011: 67 - 84 76 Sumber: Analisis Peta Bentuklahan Daerah Penelitian, 2009 Tabel 6. Sebaran Kejadian Longsorlahan dan Bentuklahan di Daerah Penelitian No Genesis Bentuk Lahan Bentuklahan Luas (ha) Luas (%) Jumlah Longsor 1 Fluvial F1: Dataran Alluvial Lembah Sungai 994,98 2,90 0 2 F2: Dataran Alluvial-koluvial 3.447,79 10,06 0 3 Struktural S1: Pegunungan Antiklinal Berbatuan Breksi Andesit Tersesarkan Terkikis Kuat 558,52 1,63 7 4 S2: Pegunungan Antiklinal Berbatuan Breksi Andesit dan Napal Tufan Tersesarkan Terkikis Kuat 219,11 0,64 3 5 Denudasional D1: Pegunungan Denudasional Berbatuan Andesit Terkikis Kuat 1.706,89 4,98 11 6 D2: Lereng Atas Pegunungan
Image of page 79
Image of page 80

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 105 pages?

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture