bab-7__20091007094529__2158__8.pdf

Secara umum tingkat kesiapan kekuatan matra darat

  • No School
  • AA 1
  • 16

This preview shows page 8 - 11 out of 16 pages.

Secara umum tingkat kesiapan kekuatan matra darat sampai dengan pertengahan tahun 2009 rata-rata mencapai 81.13 persen, yang meliputi: 1.299 unit berbagai jenis kendaraan tempur (ranpur) dengan kondisi siap 1.077 unit (82,90 persen), 495.660 pucuk senjata infanteri berbagai jenis dengan kondisi siap 389.993 pucuk (78,68 persen), 978 pucuk senjata artileri berbagai jenis dengan kondisi siap 697 pucuk (71,26 persen), 62.229 unit kendaraan bermotor (ranmor) berbagai jenis dengan kondisi siap 52.343 unit (84,11 persen), 62 unit pesawat terbang berbagai jenis dengan kondisi siap 55 unit (88,70 persen).
Image of page 8

Subscribe to view the full document.

07 - 9 Peningkatan kekuatan TNI AL diprioritaskan untuk kesiapan operasional kapal tempur dan kapal angkut, pesawat terbang dan ranpur Marinir yang diintegrasikan ke dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Sampai dengan saat ini, kekuatan matra laut mencapai tingkat kesiapan rata-rata 45,92 persen, yang meliputi: 146 unit kapal perang (KRI) dengan kondisi siap 63 unit (43 persen), 324 unit Kapal Angkatan Laut (KAL) dengan kondisi siap 172 unit (53,08 persen), 413 unit kendaraan tempur marinir berbagai jenis dengan kondisi siap 177 (42.05 persen), dan 68 unit pesawat terbang dengan kondisi siap 31 unit (45,58 persen). Adapun kekuatan alutsista TNI AU tertumpu pada pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter dan pesawat jenis lainnya, serta peralatan radar dan rudal. Kekuatan matra udara saat ini mencapai tingkat kesiapan rata-rata 59,01 persen, yang meliputi: 214 unit pesawat terbang dari berbagai jenis dengan kondisi siap 81 unit (42 persen), 17 unit peralatan radar dengan kondisi siap 13 unit (76 persen), dan 26 set rudal jarak pendek dengan tingkat kesiapan 100 persen. Pelaksanaan kebijakan peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional dalam negeri dilaksanakan melalui pemenuhan Alutsista TNI dari dalam negeri antara lain : senjata ringan dan sedang (SS1, SMR dan SMS), Meriam 105 mm, Mortir 60 mm dan 80 mm, munisi kaliber kecil, munisi mortir, bahan peledak, kendaraan taktis angkut personel dan Panser 6x6 Pindad, Kapal Angkatan Laut (KAL), KRI jenis Landing Platform Dock (LPD). Pesawat angkut jenis CN 235, CN 212 untuk patroli maritim, Hellicopter NBO 105, Super Puma NAS 332. Di samping itu, diselenggarakan Indo Defence dan Round Table Discussion , untuk meningkatkan pemberdayaan industri pertahanan nasional dan kerjasama dengan industri pertahanan luar negeri. Tersusunnya kebijakan tentang pengadaan Alutsista/Sarana Pertahanan dan pemeliharaannya dengan prioritas pengadaan dari dalam negeri adalah dalam rangka kemandirian pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI, yang mulai TA 2010 akan memanfaatkan Pinjaman Dalam Negeri (PDN). Tersusunnya Peraturan Pemerintah
Image of page 9