Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan

This preview shows page 5 - 8 out of 32 pages.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa asimetri informasi adalah suatu keadaan dimana manajemen perusahaan lebih mengetahui prospek atau kinerja perusahaan dibandingkan dengan investor.
19 2.1.2.2 Jenis-Jenis Asimetri Informasi Menurut Scoot (2009:13-15) dua jenis asimetri informasi yaitu : 1. Adverse Selection “Adverse selection is a type of information asymmetry whereby one or more paties to a business transaction, or potential transaction, have on information advantage over other parties”. Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa adverse selection adalah jenis informasi yang diperoleh dimana satu atau lebih pihak dalam suatu transaksi bisnis, atau transaksi potensial memiliki keunggulan informasi melalui pihak lain. Adverse selection terjadi karena beberapa orang seperti manajer perusahaan dan para pihak dalam (insider) lainnya mengetahui kondisi terkini dan prospek ke depan suatu perusahaan daripada para investor luar. 2. Moral Hazard “Moral Hazard is a is a type of information asymmetry whereby one or more paties to a business transaction, or potential transaction, can observe their actions in fulfillment of the transaction but other parties cannot”. Berdasarkan pernyataan diatas, moral hazard adalah jenis informasi dimana satu atau lebih pihak dalam suatu transaksi bisnis atau transaksi potensial, dapat mengamati tindakan mereka dalam pemenuhan transaksi tetapi pihak lain tidak bisa. Moral hazard dapat terjadi karena adanya pemisahan kepemilikan dan pengendalian yang merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar.
20 2.1.2.3 Pengukuran Asimetri Informasi Dalam melakukan pengukuran terhadap asimetri informasi, penulis menggunakan produksi bid-ask spread. Bid-ask-spread adalah selisih dari harga bid dan ask sehingga disebut bid-ask-spread. Menurut Clarks dan Sashri (2000) dan Wasilah (2005) dalam Oktobriana (2015), estimasi asimetri informasi dapat dilakukan berdasarkan tiga pendekatan utama, yaitu : 1. Berdasarkan analyst forecast Proksi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah keakuratan analisis dalam melakukan prediksi atas earning per share (EPS) dan diprediksi para ahli sebagai ukuran asimetri informasi. Masalah yang sering timbul dari perhitungan ini adalah para analis seringkali bersikap over-reacting terhadap informasi positif dan bersikap under-reacting terhadap informasi negatif. Selain itu, penggunaan forecast error sebagai cara menghitung asimetri informasi tidak selalu berhubungan dengan tingkat risiko yang dihadapi oleh perusahaan melainkan mungkin berhubungan dengan fluktuasi dari earning dan bukan disebabkan oleh asimetri informasi yang lebih tinggi. Namun Chung et al. (2000) dalam Wasilah (2007), berpendapat bahwa ada hubungan yang positif antara pendapat analisis dengan selisih harga bid ask.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture