Namun pada tahun kedua ketika terdapat revisi

  • No School
  • AA 1
  • 19

This preview shows page 13 - 16 out of 19 pages.

Namun pada tahun kedua ketika terdapat revisi estimasi total biaya menjadi sebesar Rp16.200.000.000, maka persentase penyelesaian akhir tahun kedua sebesar 72 % diperoleh dari proporsi antara akumulasi biaya yang terjadi Rp ll.664.000.000 dibagi dengan estimasi total biaya terbaru sebesar Rp16.200.000.000. Berdasarkan perhitungan pada tabel di atas, maka perusahaan dapat mencatat transaksi sepanjang periode berjalan dengan ringkasan jurnal sebagai berikut (dalam ribuan rupiah). Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 1. Untuk mencatat biaya konstruksi Pekerjaan dalam proses 4.000.000 7.644.000 4.536.000 Material, Kas, Utang, Lainnya 4.000.000 7.644.000 4.536.000 2. Untuk mencatat tagihan termin Piutang Usaha 3.600.000 9.600.000 4.800.000 Termin 3.600.000 9.600.000 4.800.000
Image of page 13
3. Untuk mencatat penerimaan tagihan Kas 3.000.000 7.000.000 8.000.000 Piutang Usaha 3.000.000 7.000.000 8.000.000 Pada contoh ini, perusahaan menggunakan basis proporsi biaya dalam mengukur persentase penyelesaian pekerjaan yang digunakan untuk menentukan jumlab pendapatan din laba yang diakui. Estimasi pendapatan, beban, dan laba yang diakui oleh PT Buana Karya adalah seperti pada tabel berikut ini (dalam ribuan rupiah). Akumulasi Diakui di Periode Lalu Diakui di Periode Berjalan Tahun Pertama Pendapatan (Rp 18.000.000 x 25%) 4.500.000 4.500.000 Beban 4.000.000 4.000.000 Laba kotor 500.000 500.000 Tahun Kedua Pendapatan (Rp 18.000.000 x 72%) 12.960.000 4.500.000 8.460.000 Beban 11.664.000 4.000.000 7.664.000 Laba kotor 1.296.000 500.000 769.000 Tahun Ketiga Pendapatan (Rp18.000.000 x100%) 18.000.000 12.960.000 5.040.000 Beban 16.200.000 11.664.000 4.536.000 Laba Kotor 1.800.000 1.296.000 504.000 Jurnal pengakuan pendapatan, beban, dan laba adalah sebagai berikut (dalam ribuan rupiah) Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Untuk mengakui pendapatan dan laba kotor. Pekerjaan dalam Proses (laba kotor) 500.000 796.000 504.000 Beban Kontrak 4.000.000 7.664.000 4.536.000 Pendapatan Kontrak 4.500.000 8.460.000 5.040.000 Untuk mengakui penyelesaian kontrak. Termin 18.000.000 Pekerjaan dalam Proses 18.000.000 PT Buana Karya mencatat pendapatan kontrak yang dapat diakui setiap periode berjalan seperti pada jurnal nomor 4 dengan mengkredit akun Pendapatan Kontrak, kemudian mendebit Beban Kontrak seperti halnya BPP pada perusahaan manufaktur. Selisihnya merupakan laba rugi kotor yang diakui pada akun “Pekerjaan dalam Proses“. Yang dilaporkan pada laporan Laba Rugi Komprehensif adalah sebesar pendapatan dan beban 000 kontrak yang aktual terjud misalnya pada tahun pertama adalah Rp4.000.000.000, dengan pendapatan kontrak sebesar porsi 25 % penyelesaan sebesar Rp4.500.000.000 , maka laba kotor yang diakui pada tahun pertama adalah Rp500.000.000 PT Buana Karya terus mengakumulasi biaya kontrak yang terjadi ditambah dengan laba yang diakui pada akun "Pekerjaan dalam Proses" untuk memonitor catatan
Image of page 14
akumulasi total biaya yang terjadi (ditambah laba) pada akhir periode. Sedangkan tagihan termin diakumulasi dan dicatat pada akun “Termin”. Setelah pekerjaan konstruksi selesai dan diserahterimakan kepada pelanggan, maka akun "Pekerjaan dalam Proses" dan akun “Termin” akan dibaik seperti terlihat pada jurnal nomor 5.
Image of page 15
Image of page 16

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 19 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes