Trias politika yang kini banyak diterapkan adalah

This preview shows page 25 - 28 out of 39 pages.

Trias Politika yang kini banyak diterapkan adalah, pemisahan kekuasaan kepada 3lembaga berbeda: Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Legislatif adalah lembagauntuk membuat undang-undang; Eksekutif adalah lembaga yang melaksanakanundang-undang; dan Yudikatif adalah lembaga yang mengawasi jalannya23
pemerintahan dan negara secara keseluruhan, menginterpretasikan undang-undangjika ada sengketa, serta menjatuhkan sanksi bagi lembaga ataupun perseoranganmanapun yang melanggar undang-undang.Dengan terpisahnya 3 kewenangan di 3 lembaga yang berbeda tersebut, diharapkanjalannya pemerintahan negara tidak timpang, terhindar dari korupsi pemerintahanoleh satu lembaga, dan akan memunculkan mekanisme check and balances (salingkoreksi, saling mengimbangi). Kendatipun demikian, jalannya Trias Politika di tiapnegara tidak selamanya serupa, mulus atau tanpa halangan.Konsep Trias Politika (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif) pada masa pemerintahan SBYmengalami perubahan progresif, dimana konsep tersebut berusaha menempatkanposisinya berdasarkan prinsip structural Sistem Politik Indonesia, yakni berdasarkankedaulatan rakyat. Pada masa pemerintahan SBY, hal tersebut benar-benarterimplementasikan, dimana rakyat bisa memilih secara langsung calon wakil rakyatmelalui Pemilu untuk memilih anggota dewan legislaif, dan Pilpres untuk pemilihanelit eksekutif, sekalipun untuk elit yudikatif, pemilihannya masih dilakukan oleh DPRdengan pertimbangan presiden.4.Sistem KepartaianDi Indonesia sendiri, selama masa pemerintahan SBY di tahun 2004-2009, sistemkepartaian mengalami perubahan yang signifikan, dimana partai politik bebas untukdidirikan asalkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku, serta tidakmenyimpang dari hakikat pancasila secara universal. Masyarakat Indonesia pun dapatmemilih calon wakil rakyat pilihan mereka secara langsung, hal tersebut tentumenunjukan apresiasi negara terhadap hak dasar bangsa secara universal dalamkonteks pembentukan negara yang demokratis.5.Politik Pencitraan24
Politik pencitraan merupakan salah satu senjata ampuh yang digunakan parapemimpin negara untuk mengambil hati rakyatnya. Pola politik pencitraan tentudigunakan oleh hampir semua pemimpin negara di dunia, termasuk Presiden SBY.Selaku pemimpin negara, ia tentu harus membentuk citra dirinya sebaik mungkindemi menjaga imej baiknya di mata masyarakat Indonesia. Dalam melakukan politikpencitraan tersebut, Presiden SBY melakukanya dengan beberapa hal, yang terbagidalam konteks internal dan konteks eksternal.Dalam konteks internal, politik pencitraan SBY dilakukan dengan menggunakankapabilitas internalnya, yakni dengan kapabilitas retorika atau kemampuan berbicaradi depan umum. Dari lima jenis retorika yang dikemukakan Aristoteles, PresidenSBY dinilai mengimplementasikan Retorika tipeElucotio,dimana pembicaramemilih kata-kata dan bahasa yang tepat sebagai alat pengemas pesanya ketikaberbicara di depan umum. Selain hal tersebut, konteks internal disini berkaitan

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 39 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Summer
Professor
s.e
Tags

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture