faktor faktor yang mempengaruhi keinginan berpindah pegawai dapat berasal dari

Faktor faktor yang mempengaruhi keinginan berpindah

This preview shows page 8 - 10 out of 14 pages.

faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan berpindah pegawai dapat berasal dari faktor eksternal maupun internal (institusi). Berdasarkan hasil interview terhadap mantan pegawai DJP yang telah pindah ke institusi lain di luar DJP, masalah etika ternyata bukan faktor yang utama. Di masa pra modernisasi hal tersebut memang merupakan hal yang cukup mengganggu, namun di pasca modernisasi ketika keharusan mematuhi kode etik telah ditegakkan, hal tersebut telah dapat diminimalisir. Hal yang diduga menjadi penyebab tidak signifikannya pengaruh iklim etis organisasi terhadap keinginan berpindah adalah karakteristik responden yang telah berumur di atas 30 tahun dan memiliki kematangan etika yang tinggi. Mereka beranggapan bahwa melakukan hal yang sesuai dengan etika dalam hal ini mematuhi peraturan dan mengutamakan tujuan organisasi adalah hal yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, variabel keinginan berpindah yang dipersepsikan oleh responden dalam penelitian ini, tidak dipengaruhi oleh iklim etis organisasi melainkan faktor yang lain. 4.3.3. Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja AR dan pemeriksa pajak. Hal ini memperkuat hasil penelitian Suhanto (2009), Yin- Fah, dkk (2010), dan Mansor dan Tayib (2010). Perubahan terhadap sistem kerja di tubuh DJP perlu terus dilakukan agar dapat menurunkan tingkat stres pegawai dan meningkatkan kepuasan kerja mereka. Perbaikan terhadap SOP, uraian pekerjaan, dan evaluasi terhadap beban kerja juga harus terus dilakukan untuk mempermudah pegawai dalam melaksanakan tugasnya serta membagi beban kerja dengan adil sesuai dengan porsi dan kapabilitas masing-masing. Tingkat kepuasan kerja pegawai yang didominasi oleh pekerjaan berhubungan erat dengan hal ini. Pegawai yang merasa telah menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai dengan aturan dan perintah yang jelas akan merasa lebih nyaman dengan pekerjaannya dan dapat bekerja lebih baik. 4.3.4. Pengaruh stres kerja terhadap keinginan berpindah Pengujian terhadap hipotesis keempat mendapatkan hasil bahwa stres kerja tidak berpengaruh terhadap keinginan berpindah AR dan pemeriksa pajak. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Hart (2005), Wefald, dkk. (2008), dan Duraisingam, dkk. (2009) yang menyatakan bahwa pekerja dengan tingkat stres yang tinggi akan memiliki keinginan berpindah yang tinggi pula. Hasil yang tidak signifikan ini dapat disebabkan oleh karakteristik responden yang merupakan sampel dalam penelitian ini. Mayoritas responden berusia di atas 30 tahun dan memiliki masa kerja di DJP lebih dari 5 tahun. Penelitian Yin-Fah, dkk. (2010) menemukan bahwa keinginan berpindah akan semakin berkurang seiring meningkatnya umur dan masa kerja pegawai.
Image of page 8
PENGARUH IKLIM ETIS ORGANISASI DAN STRES KERJA TERHADAP KEINGINAN BERPINDAH DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA ACCOUNT REPRESENTATIVE DAN PEMERIKSA PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK DI PULAU JAWA) Hanik Susilawati Muamarah, Indra Wijaya Kusuma Jurnal BPPK Volume 5, 2012 85 4.3.5.
Image of page 9
Image of page 10

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 14 pages?

  • Fall '17
  • DOSEN

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes