RATA RATA HITUNG lanjutan 3 Dengan Memakai Simpangan d Interval Kelas Nilai

Rata rata hitung lanjutan 3 dengan memakai simpangan

This preview shows page 42 - 53 out of 84 pages.

RATA-RATA HITUNG (lanjutan) 3. Dengan Memakai Simpangan (d) Interval Kelas Nilai Tengah (X) d =Xi-Xs Frekuensi f.d 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 15 28 41 54 = Xs 67 80 93 -39 -26 -13 0 13 26 39 3 4 4 8 12 23 6 -117 -104 -52 0 156 598 234 Σf = 60 Σf.d = 715 0 = =
Image of page 42
2. MEDIAN Untuk data berkelompok median kelas frekuensi f median mengandung yang kelas sebelum kelas semua frekuensi jumlah F median kelas bawah batas L f F - 2 n c L Med 0 0
Image of page 43
Jawab : a) Data diurutkan : 5,5,6,6,6,6,7,7,8,8,8,9 jumlah data ( n ) = 12 ( genap ) Letak Me = Data ke (12+1)/2 = 13/2 = Data ke 6½ = ½ ( X 6 + X 7 ) = ½ ( 6 + 7 ) = 6,5 b) Data sudah urut : 3,4,4,5,6,7,8 Data sudah terurut, n = 7 Letak Me = Data ke (7+1)/2 = Data ke 4 = 5 Hal.: 44 STATISTIKA Contoh : Nilai ulangan Mata Pelajaran Matematika dari 12 siswa adalah sebagai berikut: a) 6,8,5,7,6,8,5,9,6,6,8,7. b)3,4,4,5,6,7,8 Tentukan median dari data tersebut! Median Data Tunggal 2 1 ke Data Md Letak n
Image of page 44
MEDIAN (lanjutan) Contoh : n/2 = 60/2 = 30 Letak median ada pada data ke 30, yaitu pada interval 61- 73, sehingga : L 0 = 61 – 0,5 = 60,5 F = 19 f = 12 Interval Kelas Frekuensi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 3 (3) 4 (7) 4 (11) 8 (19) 12 (31) 23 (54) 6 (60) Σf = 60 72,42 12 19 - 2 60 13 60,5 Med
Image of page 45
3. MODUS Untuk data berkelompok modus kelas sesudah kelas satu tepat frekuensi dengan modus kelas frekuensi antara selisih b modus kelas sebelum kelas satu tepat frekuensi dengan modus kelas frekuensi antara selisih b modus kelas bawah batas L b b b c L Mod 2 1 0 2 1 1 0
Image of page 46
Modus Data Tunggal Jawab : a. Modus data tersebut adalah 5 (Mono Modus) b. Modus data tersebut adalah 4 dan 7 (Bi Modus) c. Modus data tersebut tidak ada (No Modus) d. Modus data tersebut adalah 2,3,4 (Multi Modus) 47 a. Data tunggal Contoh : Tentukan modus dari masing-masing kumpulan bilan di bawah ini: a. 5,3,5,7,5 c. 2,5,6,3,7,9,8 b. 4,3,3,4,4,7,6,8,7,7 d. 2,2,3,3,5,4,4,6,7
Image of page 47
MODUS (lanjutan) Contoh : Data yang paling sering muncul (ada 23 data) adalah pada interval 74-86, sehingga : L 0 = 74 - 0,5 =73,5 b 1 = 23-12 = 11 b 2 = 23-6 =17 Interval Kelas Frekuensi 9-21 22-34 35-47 48-60 61-73 74-86 87-99 3 4 4 8 12 23 6 Σf = 60 78,61 17 11 11 13 73,5 Mod
Image of page 48
HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS Ada 3 kemungkinan kesimetrian kurva distribusi data : 1) Jika nilai ketiganya hampir sama maka kurva mendekati simetri. 2) Jika Mod<Med<rata-rata hitung, maka kurva miring ke kanan. 3) Jika rata-rata hitung<Med<Mod, maka kurva miring ke kiri.
Image of page 49
50 HUBUNGAN RATA-RATA-MEDIAN-MODUS 1.Kurva simetris X= Md= Mo 2. Kurva condong kiri Mo < Md < X 3. Kurva condong kanan X < Md < Mo 0 2 4 6 8 10 12 0 5 10 15 231 Mo Md Rt 663 807 0 5 10 15 231 375 Rt Md Mo 807 Ukuran Pemusatan Bab 3
Image of page 50
HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS (lanjutan) Jika distribusi data tidak simetri, maka terdapat hubungan : Rata-rata hitung-Modus = 3 (Rata-rata hitung-Median) Med X 3 Mod - X
Image of page 51
KUARTIL, DESIL, PERSENTIL 1. Kuartil Kelompok data yang sudah diurutkan (membesar atau mengecil) dibagi empat bagian yang sama besar.
Image of page 52
Image of page 53

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 84 pages?

  • Fall '17

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture