Draft exposure yang diajukan oleh dewan iasb

This preview shows page 5 - 6 out of 7 pages.

Draft exposureyang diajukan oleh dewan IASB mengusulkan bahwa karakteristik kualitatif yang membuat informasi berguna adalah relevan, penyajian yang meyakinkan, dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu, dan dapat dipahami. Dewan juga menyatakan bahwa hambatan dalam pelaporan keuangan adalah materialitas dan biaya. Karakteristik kualitatif dibedakan menjadi karakteristik dasar seperti relevan dan penyajian yang meyakinkan serta karakteristik tambahan seperti dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu, dan dapat dipahami. Semua pihak setuju dengan proposal yang diajukan dewan dalam exposure draftbahwa relevan adalah karakteristik dasar namun terjadi perdebatan atas usulan penyajian yang meyakinkan sebagai karakteristik dasar. Banyak pihak yang berpendapat bahwa reliabilitylebih mendasar dari faithful representation. Realibilitytidak bisa digantikan oleh faithful representationkarena memiliki makna yang berbeda. Para ahli berpendapat kerangka kerja konseptual akuntansi harus mampu menjawab ketidakjelasan dalam pengertian tersebut. Banyak pihak yang menyarankan perubahan karakteristik kualitatif yang terdapat pada exposure draft. Banyak pihak yang menyarankan understandability, verifiability, prudence, serta substance over form, true and fair view, serta transparencydijadikan karakteristik dasar. Namun usulan-usulan tersebut, terutama konsep kehati-hatian, tidak dapat dietujui oleh dewan karena tidak konsisten dengan prinsip netralitas. Walaupun tidak dimasukkan ke dalam karakteristik kualitatif, konsep kehati-hatian tersebut masih terus digunakan secara aktif oleh IASB. LO.4: A CRITIQUE OF CONCEPTUAL FRAMEWORK PROJECTS Perkembangan kerangka kerja konseptual tidak lepas dari kritik berbagai pihak. Kritik ini membuat perkembangan kerangka kerja konseptual mengalami perkembangan yang lambat serta menjadi pemicu terselenggaranya proyek IASB/FASB. Dalam melakukan analisis atas kritik yang terjadi, terdapat dua pendekatan yang bisa digunakan yaitu pendekatan ilmiah (scientific approach) dan pendekatan profesional (professional approach). Semua pertanyaan dalam penyusunan standar akuntansi, selalu terdapat pertanyaan sama yang diajukan, yaitu “apakah yang dimaksud dengan nilai? Bagaimana kita menilai elemen dasar akuntansi seperti aset dan kewajiban?” Salah satu tujuan dari kerangka kerja konseptual adalah untuk menjawab pertanyaan tersebut sehingga menghindari terjadinya perdebatan yang berulang mengenai hal yang sama. Ontological and Epistemological Assumptions Fokus dalam berbagai macam proyek kerangka kerja konseptual adalah menyediakan informasi pelaporan keuangan kepada pengguna dalam bentuk yang objektif dan tidak bias. Ketidakbiasan atau netralitas dapat diartikan sebagai sebuah kualitas informasi yang mencegah pengguna utama mengambil keputusan yang menguntungkan pihak tertentu. Filosofi tentang netralitas ini timbul karena anggapan bahwa kita bisa mengamati, mengukur, dan mengkomunikasikan realitas akuntansi secara objektif. Filsuf ilmu

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 7 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Summer
Professor
dyah

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture