Fenomenologi ialah ilmu tentang fenomena Fenomenologi merupakan metode

Fenomenologi ialah ilmu tentang fenomena fenomenologi

This preview shows page 10 - 12 out of 105 pages.

Fenomenologi ialah ilmu tentang fenomena. Fenomenologi merupakan metode filsafati yang mempunyai dasar pemikiran yang terinci dan sistematis, sehingga memungkinkan untuk diterapkan pada berbagai kompleksitas dunia kehidupan manusia demi memperoleh makna yang terkandung di dalamnya (Bagus, 1996; Mudhofir, 2001; Siregar, 2005; Kuswarno, 2009). Dari uraian tersebut ada hal yang perlu mendapat perhatian, bahwa baik hermeneutika maupun semiotika bukanlah ilmu pasti, sehingga semua hasil analisisnya bersifat interpretatif dan prediktif, sehingga bukanlah merupakan kepastian maupun kebenaran mutlak. Untuk itu dalam analisisnya perlu menggunakan akal dan hati (aql dan qalb) secara bersama-sama serta menggunakan pola berpikir rasional, empiris, dan logis sekaligus metafisik dan intuitif (bayani, burhani, dan irfani) . Hal ini sesuai dengan pernyataan Lubis dan Adian (2011) bahwa metafisika yang merupakan salah satu pendekatan untuk memahami filsafat, yang mengkaji semesta suprainderawi di balik gejala-gejala empiris. Tipe Penelitian Penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian eksplanatif yang berusaha Macam Tanda: Ikon Indeks Simbol Penciri: Kesamaan atau kemiripan dengan objek Hubungan sebab- akibat Konvensi Proses analisis: Dapat dilihat langsung kesamaan atau kemiripan dengan objek Dapat diinterpretasi, diduga, ataupun diperkirakan Harus dipelajari terlebih dahulu Contoh: Foto udara, citra satelit, peta Asap dengan api Sungai keruh dengan banjir Bunyi kentongan, sirine
Image of page 10
Forum Geografi, Vol. 25, No. 1, Juli 2011: 1 - 16 8 mengungkap sebab-akibat yang timbul secara empirik di lapangan. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif, yang berupa nasihat, pepatah, filosofi hidup, perilaku hewan, indigenous knowledge , ajaran, atau bahkan mitos. Bahan-bahan penelitian yang digunakan meliputi cerita rakyat, publikasi lokal, serta peta dasar dan peta tematik. Alat yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya adalah digital re- corder untuk merekam proses wawancara dengan masyarakat dan kamera untuk memotret fenomena setempat. Teknik pengambilan samel dilakukan dengan kombinasi antara purposif dan aksidental. Responden yang diwawancarai dipilih (pur- posive sampling) anggota masyarakat manula dan tokoh masyarakat, serta responden yang dijumpai di lapangan pada saat survei dilakukan (accidental sampling) . Analisis data kualitatif dilakukan dengan penalaran induktif-deduktif dan penafsiran dengan mengarah kepada demitologi atau perombakan mitos secara logis. Karena hasil penelitian ini termasuk penelitian eksplanatif-kualitatif, maka penyajiannya tidak dalam bentuk peta maupun tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hermeneutika Geomorfologis mengenai Kearifan Lokal untuk Adaptasi Masya- rakat terhadap Ancaman Bencana Marin Pada UURI No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada pasal 1 dinyatakan, bahwa yang dimaksud dengan adaptasi adalah suatu proses untuk memperkuat atau membangun strategi antisipasi dampak perubahan iklim serta melaksanakannya, sehingga mampu mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positifnya. Jhamtani dkk. (2009) mengemukakan, bahwa
Image of page 11
Image of page 12

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 105 pages?

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes