Dengan demikian hampir sepertiga dari PDB Thailand di sumbang oleh sektor

Dengan demikian hampir sepertiga dari pdb thailand di

This preview shows page 11 - 13 out of 16 pages.

dua tahun terakhir. Dengan demikian hampir sepertiga dari PDB Thailand di sumbang oleh sektor industri pengolahan. Secara keseluruhan peran rata-rata sektor primer sebesar 14,04%, sektor sekunder 36,99% dan sektor tertier 48,97%. Hal ini menunjukkan bahwa struktur perekonomian Thailand didominasi oleh Sektor Tersier. Kelima, Filipina terkenal dengan pertanian padi bukitnya, yang diperkenalkan kira-kira 2.000 tahun lalu oleh suku Batad. Padi-padi bukit tersebut terletak di lereng-lereng Gunung Ifugao dan berada di ketinggian 5.000 kaki dpl. Luasnya mencakup 4.000 mil² serta diusahakan secara tradisional tanpa penggunaan pupuk. Ia dinyatakan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) pada tahun 1995. Berdasarkan kontribusi sektoral, menunjukkan bahwa sektor jasa-jasa merupakan sektor yang memberikan kontribusi paling besar. Sektor tersebut memberikan kontribusi rata-rata sebesar 24% terhadap total PDB Filipina pada dua tahun terakhir. Secara keseluruhan peran rata-rata sektor primer sebesar 14,00%, sektor sekunder 30,53% dan sektor tertier 55,47%. Hal ini menunjukkan bahwa struktur perekonomian Filipina didominasi oleh Sektor Tersier. Pengaruh Perdagangan Internasional dan Foreign Direct Investment, terhadap Gross Domestic Product Analisis berikutnya yaitu menguji Pengaruh Perdagangan Internasional, Foreign Direct Investment, terhadap Gross Domestic Product. Besarnya pengaruh ekspor (X 1 ), FDI (X 2 ), terhadap GDP (Y) di negara 10,87 3,17 31,54 2,79 2,66 14,67 6,92 11,78 15,59 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik & Air Bersih Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan Jasa-Jasa
Image of page 11
NeO~Bis Volume 10, No. 1, Juni 2016 44 ASEAN-5 dilakukan analisis data panel dengan pendekatan Fixed effect. Adapun model hasil analisis masing-masing negara dapat diinterpretasikan pada tabel 1. Sumber: Asia Development Bank (diolah) Gambar 6. Rata-Rata Kontribusi Masing-Masing Sektor Terhadap PDB Filipina 2010-2014 Tabel 1. Model Pengaruh Ekspor, FDI terhadap GDP di Negara ASEAN-5 Negara Model Indonesia 1,874 + 0,311 ln X 1 + 0,010 ln X 2 + 0,530 ln Y t-1 Malaysia 1,665 + 0,311 ln X1 + 0,010 ln X2 + 0,530 ln Yt-1 Singapura 1,537 + 0,311 ln X1 + 0,010 ln X2 + 0,530 ln Yt-1 Thailand 1,800 + 0,311 ln X1 + 0,010 ln X2 + 0,530 ln Yt-1 Filipina 1,779 + 0,311 ln X1 + 0,010 ln X2 + 0,530 ln Yt-1 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui nilai β 0 untuk Indonesia = 1,874 berarti GDP (Ln Y) sebesar 1,874% pada saat ekspor (Ln X 1 ) dan FDI (Ln X 2 ) sama dengan atau dianggap nol (konstan). Nilai β 0 untuk Malaysia = 1,665 berarti GDP (Ln Y) sebesar 1,665% pada saat ekspor (Ln X 1 ) dan FDI (Ln X 2 ) sama dengan atau dianggap nol (konstan). Nilai β 0 untuk Singapura = 1,537 berarti GDP (Ln Y) sebesar 1,537% pada saat ekspor (Ln X 1 ) dan FDI (Ln X 2 ) sama dengan atau dianggap nol (konstan). Nilai β 0 untuk Thailand = 1,800 berarti GDP (Ln Y) sebesar 1,800% pada saat ekspor (Ln X 1 ) dan FDI (Ln X 2 ) sama dengan atau dianggap nol (konstan). Nilai β 0 untuk Filipina = 1,779 berarti GDP (Ln Y) sebesar 1,779% pada saat ekspor (Ln X 1 ) dan FDI (Ln X 2 ) sama dengan atau dianggap nol (konstan).
Image of page 12
Image of page 13

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 16 pages?

  • Spring '14

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture