Sebagai ilustrasi kantor pusat PT Jaya membeli peralatan toko senilai

Sebagai ilustrasi kantor pusat pt jaya membeli

This preview shows page 8 - 11 out of 18 pages.

Sebagai ilustrasi kantor pusat PT Jaya membeli peralatan toko senilai Rp.30.000.000 untuk cabang Medan. Kantor pusat mencatat pembelian tersebut sebagai berikut. H(13 ) Investasi di Cabang Medan 30.000.000 Kas 30.000.000 ( membeli peralatan untuk cabang Medan ) Pembelian ini dicatat oleh cabang sebagai berikut. B(14 ) Peralatan Toko 30.000.000 Kantor Pusat 30.000.000 ( mencatat pembelian peralatan oleh kantor pusat ) Ketika asset tetap cabang dicatat hanya di buku kantor pusat, tidak ada ayat jurnal yang dicatat oleh cabang saat kantor pusat melakukan pembelian. Miasalnya jika kantor pusat PT Jaya membeli Rp.30.000.000 peralatan took untuk cabang Medan dan peralatan dicatat di pembukuan kantor pusat disbanding di cabang, maka kantor pusat mencatat pembelian tersebut sebagai berikut. H(15 ) Peralatan Toko – Cabang Medan 30.000.000 Kas 30.000.000 ( membeli peralatan untuk cabang Medan ) Tidak ada ayat jurnal yang dicatat oleh cabang Jika cabang membeli asset tetap yang dicatat di pembukuan kantor pusat, maka ayat jurnal harus disusun baik oleh kantor pusat maupun cabang. Misalnya cabang medan PT Jaya membeli 7
Image of page 8
peralatan took senilai Rp. 30.000.000 yang digunakan oleh cabang namun dicatat oleh kantor pusat. Cabang mencatat pembelian asset tetap sbagai berikut. B(16 ) Kantor Pusat 30.000.000 Kas 30.000.000 ( membeli peralatan ) Pembelian dicatat di kantor pusat sebagai berikut. H(17 ) Peralatan Toko – Cabang Medan 30.000.000 Investasi di Cabang Medan 30.000.000 ( membeli peralatan ) Pembagian Beban Pengalokasian beban dapt dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Beban yang terjadi di cabang tapi dibayar oleh kantor pusat 2. Beban yang dikeluarkan oleh kantor pusat atas nama cabang 3. Alokasi biaya yang dikeluarkan kantor pusat Dalam beberapa kasus biaya-biaya ini dapat dialokasikan berdasarkan laba cabang dan dicatat pada pembukuan kantor pusat. Namun sering kali cabang yang mendapat alokasi beban diberitahutentang jumlah yang dialokasikan. Sebagai contoh perlakuan alokasi biaya kantor pusat, perhatikan kasus kantor pusat PT Jaya berikut yang mengeluarkan biaya yang dialokasikan ke cabang medan. Beban utilitas (biaya terjadi di cabang Medan dan ditagih ke Rp 14.000.000 akun utama kantor pusat) Beban Penyusutan (aset cabang Medan yang di catat di pembukuan kantor pusat) Rp 3.000.000 Overhead umum (dialokasikan ke cabang berdasarkan penjualan bruto) Rp 8.000.000 Total Rp 35.000.000 Kantor pusat sudah mencatat beban-beban secara biasa, seolah-olah beban-beban terkait dengan kantor pusat. Kantor pusat mencatat ayat jurnal berikut setelah memberitau cabang medan bebab yang dialokasikan sevbesar Rp.35.000.000 H(18 ) Investasi di Cabang Medan 35.000.000 Beban Utilitas 14.000.000 Beban Penyusutan 3.000.000 Beban Overhead Umum 18.000.000 ( mengalokasikan beban ke Cabang Medan ) 8
Image of page 9
Berdasarkan pemberitahuan beban dari kantor pusat, cabang mencatat beban tersebut sebagai berikut. B(19) Beban Utilitas 14.000.000 Beban Penyusutan 3.000.000 Beban Overhead Umum 18.000.000 Investasi di Cabang Medan 35.000.000 ( mencatat beban ke Cabang Medan ) Laporan Keuangan untuk Perusahaan Secara Keseluruhan Penyusutan laporan keuangan secara keseluruhan umumnya menggunakan kertas kerja
Image of page 10
Image of page 11

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 18 pages?

  • Fall '17
  • Dr. John Murphy

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture