Sebagaimana dengan modulus elastisitas besaran dari kekuatan luluh dan kekuatan

Sebagaimana dengan modulus elastisitas besaran dari

This preview shows page 22 - 25 out of 38 pages.

perlakuan ini. Sebagaimana dengan modulus elastisitas, besaran dari kekuatan luluh dan kekuatan tarik menurun dengan meningkatnya suhu; kebalikannya berlaku untuk daktilitas, biasanya meningkat dengan suhu. Gambar 6.14 menunjukkan perilaku tegangan-regangan besi bervariasi dengan suhu. Tabel 6.2 Sifat Mekanik khusus Beberapa Logam dan Paduan dalam keadaan Anil 21
Image of page 22
Gambar 6.14 Perilaku tegangan-regangan untuk besi pada tiga suhu . 4. Ketahanan Ketahanan adalah kemampuan suatu material untuk menyerap energi ketika mengalami deformasi elastis dan kemudian setelah membongkar muatan, memiliki energi pulih. Properti yang berkaitan ini adalah modulus ketahanan Ur, yang merupakan energi regangan per satuan volume yang dibutuhkan untuk menekankan bahan dari keadaan yang diturunkan sampai ke titik luluh. Komputasi, modulus ketahanan untuk benda uji yang dikenai tes ketegangan uniaksial hanya pada area dibawah kurva tegangan-regangan pada luluh (Gambar 6.15), atau Gambar 6.15 Gambaran skematik yang menunjukkan bagaimana modulus ketahanan ( sesuai dengan daerah yang diarsir ) ditentukan dari perilaku tarik tegangan-regangan pada material . Dengan asumsi elastis linier, 22
Image of page 23
di mana adalah regangan pada luluh. Satuan ketahanan adalah hasil satuan dari masing-masing dua garis sumbu alur tegangan-regangan. Untuk satuan SI adalah joule per meter kubik (J / m3 atau setara dengan Pa), sedangkan dengan satuan US adalah-pound inci gaya per inci kubik (inci-lbf / in.3, setara dengan psi). Gabungan joule dan- pound inci adalah satuan energi, dan dengan demikian daerah di bawah kurva tegangan-regangan ini merupakan penyerapan energi per satuan volume (dalam meter kubik atau inci kubik) bahan. Penggabungan Persamaan 6.5 ke persamaan luluh 6.13b Dengan demikian, bahan tahan memiliki kekuatan luluh yang tinggi dan modulus elastisitas yang rendah; paduan tersebut akan digunakan dalam aplikasi pegas. 5. Ketangguhan(Thougness) Ketangguhan adalah istilah mekanik yang digunakan dalam berbagai konteks; hal ini merupakan ukuran dari kemampuan bahan untuk menyerap energi hingga fraktur. Geometri benda uji serta cara penggunaan beban sangat penting dalam menentukan ketangguhan. Dalam kondisi pembebanan dinamis (laju regangan tinggi) dan ketika anotch (atau titik konsentrasi tegangan) di perlihatkan, kedudukan ketangguhan dinilai dengan menggunakan tes impak, seperti yang dibahas dalam Bagian 8.6. Selanjutnya, ketangguhan frakture adalah properti yang menunjukkan resistensi bahan terhadap fraktur ketika retakan terlihat (Bagian 8.5). Untuk keadaan statis (laju regangan rendah) , ketangguhan dapat dicari dari hasil uji tarik tegangan-regangan. Hal ini merupakan area di bawah kurva sampai ke titik fraktur. Satuan untuk ketangguhan sama seperti satuan ketahanan (yaitu, energi per satuan volume ). Untuk bahan yang menjadi keras, maka harus menampilkan kekuatan dan daktilitas; sering bahan duktil lebih tangguh daripada bahan rapuh. Hal ini ditunjukkan pada Gambar 6.13, di mana kurva tegangan- regangan digambarkan pada kedua jenis bahan yang berbeda. Oleh karena itu, meskipun bahan rapuh mempunyai keluluhan dan kekuatan tarik yang lebih tinggi,
Image of page 24
Image of page 25

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 38 pages?

  • Summer '14

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture