Yasser 2011 menemukan bahwa jumlah komisaris independen yang lebih besar dapat

Yasser 2011 menemukan bahwa jumlah komisaris

This preview shows page 7 - 9 out of 24 pages.

umum dan harus sesuai dengan ketentuan anggaran serta memberi nasihat kepada dewan direksi. Yasser (2011) menemukan bahwa jumlah komisaris independen yang lebih besar dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan karena komisaris independen dapat meningkatkan efektivitas perusahaan dan juga dapat mencegah terjadinya agency problem yang dapat terjadi di perusahaan. rgan mampu menjalankan fungsinya masing-masing secara efisien dan efektif. Anderson dan Reeb (2004) menemukan bahwa komisaris independen memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan oleh peran dari komisaris independen yang bersikap netral dan dapat menjadi penengah dalam memecahkan masalah diantara pemegang saham yang mengalami konflik kepentingan. Penelitian dari Kyereboah-Coleman (2007) menemukan bahwa komposisi komisaris independen memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadap profitabilitas perusahaan yang berada di Afrika yang berarti bahwa semakin banyak komisaris
Image of page 7
193 independen yang berada di dalam perusahaan maka kinerja perusahaan akan semakin menurun. Mayoritas komisaris independen di perusahaan Afrika dipilih oleh pemerintah karena ada banyak perusahaan di Afrika yang dimiliki negara. Kebijakan ini berdampak kepada profitabilitas perusahaan di Afrika karena tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan karena komisaris independen dipilih hanya untuk memenuhi peraturan pemerintah sehingga kinerja perusahaan menjadi menurun. Komisaris independen merupakan komisaris yang tidak terafiliasi dengan komisaris lainnya dan berperan sebagai pihak yang netral dan memastikan manajemen perusahaan dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan regulasi yang berlaku. Adanya komisaris independen dapat meminimalisir terjadinya perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen di dalam perusahaan. Komisaris independen dibutuhkan untuk mengontrol tindakan dari direksi supaya tidak terjadi tindakan yang oportunistik serta meningkatkan efektivitas dari perusahaan. Maka dari itu, independensi perusahaan akan terjaga dari adanya tekanan dari orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi dalam perusahaan. Berdasarkan penelitian diatas dan melihat fenomena tata kelola perusahaan dan teori keagenan serta peraturan OJK mengenai komisaris independen, hipotesa yang dapat diambil adalah sebagai berikut: H2: Komposisi dewan komisaris independen memiliki pengaruh yang positif terhadap profitabilitas perusahaan Frekuensi Rapat Dewan Komisaris Terhadap Profitabilitas Perusahaan Rapat dewan komisaris dibutuhkan untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah yang timbul dalam perusahaan. Peraturan tata kelola perusahaan mengharuskan dewan komisaris untuk mengadakan rapat secara reguler untuk membahas masalah-masalah yang timbul di perusahaan (Yasser, 2011). Yasser (2011) menemukan bahwa frekuensi rapat dewan komisaris memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap profitabilitas perusahaan yang terdaftar di Karachi Stock Exchange . Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Javed et al . (2006) yang menemukan frekuensi rapat dewan komisaris memiliki hubungan yang positif dalam meningkatkan profitabilitas dari perusahaan. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya rapat yang dilakukan oleh dewan komisaris
Image of page 8
Image of page 9

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 24 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture