Jadi secara tidak langsung enso dan iod mempengaruhi

  • No School
  • AA 1
  • 12

This preview shows page 7 - 10 out of 12 pages.

ketebalan termoklin semakin bertambah. Jadi secara tidak langsung ENSO dan IOD mempengaruhi proses peningkatan atau pengurangan ketebalan termoklin. Pada saat El Niño-IOD(+), dimana curah hujan di Indonesia turun karena pengaruh El Niño dan juga IOD(+) menyebabkan termoklin pada periode tersebut paling tebal daripada tiga kasus yang lain dengan rerata sekitar 230,9 m (Tabel 1). Gambar 4. Hubungan antara kedalaman batas atas termoklin dan kecepatan angin pada kasus La Niña-IOD(-) dan La Niña- IOD(+) Perubahan Kedalaman dan Ketebalan Termoklin pada Variasi Kejadian ENSO, IOD dan Monsun (Kunarso et al.) 93
Image of page 7
ILMU KELAUTAN Juni 2012. Vol. 17 (2) 87-98 Gambar 5. Hubungan antara kedalaman batas atas termoklin dan IOD pada kasus El Niño-IOD(+) dan La Niña-IOD(+) Gambar 6. Perbandingan rerata batas bawah termoklin pada empat kasus kajian, tampak batas bawah termoklin pada kasus El Niño-IOD(-) dan La Niña-IOD(-) relatif hampir sama Tabel 2. Nilai rata-rata temperatur batas atas, batas bawah dan ketebalan termoklin pada empat kasus kajian, saat musim barat (hingga peralihan ke musim timur/bulan Desember-Mei) dan musim timur (hingga peralihan ke musim barat/bulan Juni-Nopember), di perairan selatan Jawa hingga Pulau Timor. Kedalaman Termoklin El Niño-IOD(-) El Niño-IOD(+) La Niña-IOD(-) La Niña-IOD(+) Musim Barat Musim Timur M.usim Barat Musim Timur Musim Barat Musim Timur Musim Barat Musim Timur Batas Atas (m) 39,37 64,04 38,68 63,22 50,65 66,10 51,33 69,03 Batas Bawah (m) 217,63 308,19 277,27 286,39 269,53 249,66 164,76 244,32 Ketebalan (m) 178,26 244,15 238,58 223,18 218,88 183,56 113,43 175,29 Rerata Batas Atas (m) 51,704 50,954 58,373 60,180 Rerata Batas Bawah (m) 262,911 281,835 259,594 204,542 Rerata Ketebalan (m) 211,206 230,881 201,221 144,362 Perubahan Kedalaman dan Ketebalan Termoklin pada Variasi Kejadian ENSO, IOD dan Monsun (Kunarso et al.) 94
Image of page 8
ILMU KELAUTAN Juni 2012. Vol. 17 (2) 87-98 Pada kasus La Niña-IOD(-) ditemukan pengaruh IOD terhadap ketebalan termoklin lebih dominan daripada pengaruh anomali temperatur di NIÑO3.4, dengan koefisien korelasi R 2 sebesar 0,49 (Gambar 11) atau R sebesar 0,70. Sebaliknya pada kasus La Niña-IOD(+), ternyata pengaruh anomali temperatur di NIÑO3.4 terhadap ketebalan termoklin lebih kuat, dengan kofisien korelasi 0,72. Penurunan indeks IOD berarti berdampak peningkatan curah hujan di wilayah perairan Samudera Hindia bagian timur ( Saji et al ., 1999) (termasuk selatan Jawa hingga Timor). Hal ini menjadi indikator tingginya tutupan awan yang berdampak penurunan kedalaman termoklin. Sedangkan pada kasus La Niña-IOD(+) justru anomali temperatur di NIÑO 3.4 berkaitan erat dengan peningkatan ketebalan termoklin di wilayah riset. Bisa dipahami karena peningkatan anomali temperatur di NIÑO3.4 berarti berdampak berkurangnya tutupan awan pada wilayah diatas Samudera Hindia WPP 573. Hal ini akan meningkatkan masuknya energi cahaya matahari ke dalam kolom perairan sehingga ketebalan termoklin bertambah. Gambar 7. Perbandingan rerata bulanan data curah hujan di Cilacap, Kebumen dan Purworejo pada empat kasus kajian, tampak curah hujan pada kasus El Niño-IOD(-) dan La Niña-IOD(-) relatif hampir sama.
Image of page 9
Image of page 10

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 12 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes