nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai tolerance dibawah 010 maka terjadi

Nilai vif lebih besar dari 10 dan nilai tolerance

This preview shows page 37 - 41 out of 50 pages.

nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai tolerance dibawah 0,10 maka terjadi multikolinieritas. c. Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari satu pengamatan dengan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas, Ghozali (2005). Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedatisitas. 4. Uji hipotesis a. Uji persamaan Regresi Linear Berganda Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda. Regresi linier berganda digunakan jika pada kasus terdapat satu variabel dependen dan dua atau lebih 37
Image of page 37
variabel independen. Model regresi yang digunakan dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut: Y = α+ β 1 X 1 + β 2 X 2 + β 3 X 3 + e Keterangan: Y = Kepatuhan Wajib Pajak X 1 = Self Assessment System X 2 = Sanksi Perpajakan X 3 = Pemeriksaan Pajak α = Konstanta β = Koefisien regresi e = error b. Uji R 2 (Koefisien Determinasi) Uji R 2 (koefisien determinasi) adalah perbandingan antara variasi Y (dependen) yang dijelaskan oleh X (independen).Koefisien ini menunjukkan persentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Mustafa dan Wijaya, 2012:104). Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. c. Uji Statistik t (Uji Signifikan Parsial) 38
Image of page 38
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individu dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2009 : 88). Proses pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel pada tingkat signifikan (α) dan derajat kebebasan (df). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut : 1. Jika terhitung < ttabel maka Ho diterima dan Hα ditolak, hal ini berarti bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. 2. Jika terhitung < ttabel maka Ho diterima dan Hα ditolak, hal ini berarti bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. d. Uji Statistik F (Uji Signifikan Simultan) Pengujian ini bertujuan untuk membuktikan apakah variabel – variabel independen (X) secara simultan (bersama-sama) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Y). (Ghozali, 2009 : 88). Proses pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitunng dengan nilai Ftabel pada tingkat signifikan (α) dan derajat kebebasan (df). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut : 39
Image of page 39
1. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan Hα ditolak, hal ini berarti bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen.
Image of page 40
Image of page 41

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 50 pages?

  • Fall '17
  • DOSEN

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture