3 measurement at initial recognition property plant

This preview shows page 5 - 7 out of 26 pages.

3. Measurement at initial recognition Property, plant, and equipment awalnya harus diukur pada biaya, yang meliputi : (1) harga pembelian, termasuk bea impor dan pajak, (2) semua biaya diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan untuk melakukan sebagaimana dimaksud , dan (3) perkiraan biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan pemulihan area di mana ia berada. Suatu item plant, property and equipment yang diperoleh dalam pertukaran untuk aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan nonmoneter awalnya harus diukur pada nilai wajar, kecuali jika transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial. Nilai wajar didefinisikan sebagai "jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan antara pihak yang
Image of page 5

Subscribe to view the full document.

memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar ini." jika nilai wajar aset yang diperoleh dalam pertukaran nonmoneter tidak dapat ditentukan, biaya diukur sebagai carrying value dari asset. 4. Measurement subsequent to initial recognition Sebuah arca substantive dari perbedaan antara ifrs dan us gaap berkaitan dengan pengukuran aset tetap (property, plant and equipment) dan setelah pengakuan awal. IAS 16 memungkinkan dua perlakuan untuk melaporkan aset tetap pada neraca setelah mengakuisisi mereka: model biaya dan model revaluasi. Di bawah model biaya (cost model), item dari property, plant, and equipment dicatat pada neraca sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (accumulated depreciation) dan akumulasi kerugian penurunan nilai (accumulated impairement losses). Ini konsisten dengan US GAAP. Di bawah model revaluasi (revaluation model), suatu item dari property, plant, and equipment dicatat sebesar jumlah yang dinilai kembali (revalued amount), diukur sebesar nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi akumulasi penyusutan (accumulated depreciation) dan akumulasi kerugian penurunan nilai (accumulated impairement losses). Jika perusahaan memilih untuk mengikuti model pengukuran, revaluasi harus dilakukan cukup sering sehingga nilai tercatat aset tidak berbeda secara material dari nilai wajar aset. Ketika revaluasi dibuat, seluruh kelas aset property, plant, and equpment harus direvaluasi. Misal binus memiliki gedung di syahdan, anggrek dan kijang, gedung-gedung tersebut merupakan kelas asset sejenis, maka dari itu bila binus pakai model revaluasi untuk gedung syahdan maka gedung anggrek dan gedung kijang juga harus pakai revaluation model. Kenaikan nilai akibat revaluasi dikreditkan langsung ke komponen pendapatan lainnya komprehensif ekuitas (other comprehensive income/oci) sebagai surplus revaluasi. Penurunan revaluasi pertama-tama diakui sebagai pengurangan surplus revaluasi terkait dan sekali surplus habis, penurunan revaluasi tambahan diakui. Surplus revaluasi dapat dipindahkan ke saldo laba ditahan (retained earning) atas penjualan aset. Aktiva direvaluasi dapat disajikan baik (1) pada jumlah bruto kurang akumulasi penyusutan yang dilaporkan secara terpisah (baik revaluasi) atau (2) pada jumlah bersih. Memperbolehkan perusahaan untuk merevaluasi aktiva tetap
Image of page 6
Image of page 7
  • Fall '16
  • chrisna

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern