Reactive Solids Komponen ini merupakan padatan dapat bereaksi dengan air untuk

Reactive solids komponen ini merupakan padatan dapat

This preview shows page 14 - 16 out of 23 pages.

Reactive Solids Komponen ini merupakan padatan dapat bereaksi dengan air untuk dapat membentuk clay yang akan menghisap fasa cair dan akan memperbaiki sifat lumpur dengan meningkatkan densitas, viskositas, gel strength dan fluid loss. Fasa Kimia Fasa kimia berperan sebagai mengontrol sifat lumpur pemboran dan zat kimia yang digunakan dapat menurunkan kekentalan lumpur dan dapat mengurangi water loss. II.4 Sifat Fisik Lumpur Pemboran Dari komposisi Lumpur pemboran akan menentukan sifat fisik dari lumpur pemboran. Terdapat beberapa sifat-sifat fisik lumpur pemboran sebagai berikut. Berat Jenis Berat jenis lumpur atau densitas lumpur adalah sifat lumpur yang berfungsi sebagai pengontrol tekanan formasi. Menaikkan berat jenis atau densitas lumpur dapat menambahkan bahan pemberat lumpur seperti barite, calsium, karbonat, dan natrium chlorida. Gel strength Gel strength memiliki fungsi yang sangat penting ketika sirkulasi lumpur pemboran dihentikan. Dengan adanya sifat ini, lumpur pemboran ketika sirkulasi dihentikan akan membentuk gel yang dikarenakan adanya gaya tarik menarik antara partikel dari padatan lumpur saat lumpur sirkulasinya dihentikan. Dengan adanya sifat dari gel strength ini , berfungsi sebagai menahan serbuk bor atau cutting agar tidak kembali turun ke dasar lubang bor sehingga tidak menumpuk atau mengendap yang dapat menyebabkan pipa terjepit. Gel strength juga mesti diatur agar tidak terlalu besar karena 6
Image of page 14
akan memberatkan kerja pompa sirkulasi ketika kembali dimulainya sirkulasi lumpur. Viskositas Viskositas merupakan sifat lumpur yang mempengaruhi kekentalan pada lumpur pemboran. Kekentalan pada lumpur pemboran merupakan suatu hal yang penting karena akan berfungsi sebagai pengangkatan serbuk bor atau cutting menuju ke permukaan. Nilai viskositas pada lumpur pemboran mesti diperhitungkan dengan baik, dikarenakan akan menimbulkan masalah jika viskositas lumpur terlalu rendah atau terlalu tinggi. Viskositas lumpur dapat diukur dengan menggunakan Marsh Funnel. Yield Point Yield Point merupakan ukuran gaya tarik menarik antar partikel yaitu antara padatan dengan padatan, cairan dengan cairan, dan padatan dengan cairan. Yield Point juga berfungsi sebagai perhitungan hidrolika lumpur, dimana yield point juga mempengaruhi hilangnya tekanan pada saat proses sirkulasi lumpur pemboran. Filtrasi dan Mud Cake Saat lumpur pemboran digunakan pada operasi pemboran akan terjadi kontak antara lumpur pemboran dengan batuan poros di formasi, yang memungkinkan fluida lumpur pemboran dan partikel-partikel kecil akan masuk melewati celah batuan tersebut. Fluida lumpur pemboran yang hilang ke dalam batuan disebut filtrat, dan untuk lumpur pemboran dengan lapisan partikel yang tertahan di permukaan batuan disebut mud cake yang akan berperan sebagai melapisi dinding lubang bor agar tidak runtuh ketika sebelum dilakukan pemasangan casing pada fomasi .
Image of page 15
Image of page 16

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture