c Metode Decline Curve Sejarah produksi mencerminkan produktivitas formasi atau

C metode decline curve sejarah produksi mencerminkan

This preview shows page 17 - 20 out of 38 pages.

c) Metode Decline Curve Sejarah produksi mencerminkan produktivitas formasi atau karakteristik reservoir. Penurunan kurva produksi dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: Laju alir awal atau laju laju aliran pada suatu waktu tertentu. Bentuk kurva. Laju (kecepatan) Penurunan produksi. Kurva penurunan produksi dibagi menjadi 3 jenis: 1) Kurva Eksponensial, plot laju produksi terhadap waktu atau produksi kumulatif berupa garis lurus. 2) Penurunan Harmonik, plot laju produksi terhadap produksi kumulatif berupa garis lurus. 3) Penurunan Hiperbolik, plot log laju produksi terhadap waktu dan log laju produksi terhadap produksi kumulatif tidak merupakan garis lurus. 8.2 Aspek Pemboran 8.2.1 Tujuan Pemboran Pemboran adalah suatu kegiatan atau pekerjaan membuat lubang lubang untuk mencapai kedalaman tertentu tersebut, yang harus diperhatikan adalah mempertahankan ukuran diameter lubang serta membawa serpihan batuan (cutting) kepermukaan. Kegiatan pemboran dalam dunia perminyakan meliputi : Penambahan kedalaman. Mempertahankan diameter lubang bor. Mengangkat hasil pemboran kepermukaan.
Image of page 17
Dalam pemboran yang harus benar – benar kita perhatikan adalah efisiensinya, karena hal tersebut menyangkut faktor pembiayaan. Dalam bab ini akan dibahas tentang perencanaan material–material dalam pemboran. 8.2.2 Peralatan Pemboran Menurut fungsinya, secara garis besar peralatan pemboran dapat dibagi menjadi lima sistem peralatan utama, yaitu sistem tenaga, sistem angkat, sistem putar, sistem sirkulasi dan sistem pencegah sembur liar. a) Sistem Tenaga ( Power System ) Sistem tenaga berfungsi untuk menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi pemboran serta sistem transmisi yang meneruskan tenaga dari prime mover ke sistem-sistem lain. Sistem tenaga terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu 1. Sistem suplay equipment, yang dihasilkan oleh mesin-mesin besar yang dikenal sebagai “prime mover” (penggerakutama). 2. Distribution (transmission) equipment, yaitu untuk meneruskan tenaga yang diperlukan untuk operasi pemboran dimana system transmis idapat dilakukan secara mekanis maupun secara elektrik b) Sistem Pengangkat ( Hoisting system ) Sistem pengangkat berfungsi untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk pengangkatan dan penurunan drill string dan casing ke dalam lubang bor selama operasi pemboran berlangsung. Sistem pengangkat terdiri dari dua sub komponen utama, yaitu: 1) Struktur penyangga ( supporting structure ) Di kenal dengan nama “rig” yang meliputi antara lain: a. Drilling tower (derrick atau mast).
Image of page 18
b. Substructure. c. Rig floor. 2) Peralatan pengangkat ( Hoisting equipment ) a. Drawwork. Overhead tools (crown block, travelling block, hook dan elevator). b. Drilling line. c) Sistem Pemutar ( Rotary System ) Sistem pemutar berfungsi untuk memutar rangkaian pipa bor dan memberikan beratan di atas pahat (bit), sehingga memungkinkan terjadinya penggerusan formasi batuan.
Image of page 19
Image of page 20

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 38 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture