Jakarta tintamas 1982 hlm 1 7 11 12 33 dan 176 bagian

This preview shows page 99 - 102 out of 226 pages.

(Jakarta : Tintamas, 1982), hlm. 1.
7, 11, 12, 33 dan 176. Bagian-bagian itu adalah, ½ b. Ashabah, adalah ahli waris yang bagiannya tidak (setengah), ¼ (seperempat), 1/8 (seperdelapan), 1/3 ditentukan, kelompok ahli waris dalam paham ahli (sepertiga), 2/3 (dua pertiga) dan 1/6 (seperenam). sunnah, dikelompokkan tiga macam, yaitu: Adapun mereka yang mendapat yang mendapat Pertama ahli waris ashabah bin nafsi, yaitu ahli bagian ini adalah :(a) Anak perempuan, (b) Ayah, (c) waris ashabah ahli waris yang tidak bersama-sama Ibu, (d) Saudara laki-laki dan saudara perempuan, dengan ahli waris yang lain, kelompok ahli waris ini baik saudara bandung, seayah maupun seibu, (e) adalah : (1). Anak laki- laki, (2) Cucu, (3) Saudara Duda, dan (f) janda. kandung, (4) Saudara seayah, dan (5) Paman. Diantara ahli waris ini pada kesempatan Kedua, Ahli waris ashabah bil-ghairi, yaitu ahli waris tertentu tetap sebagai ahli waris ashhabul furudh, menjadi ahli waris ashabah disebabkan karena ditarik tetapi pada kesempatan lain bukan berkedudukan oleh ahli waris ashabah yang lain, yaitu: sebagai ahli waris ashhabul furudh, ahli waris yang Anak perempuan ditarik oleh anak laki-laki dan Cucu tetap berkedudukan sebagai ashhabul furudh, perempuan ditarik oleh saudara kandung atau saudara diantaranya ialah ibu, duda, dan janda. Sedangkan seayah. ahli waris pada kesempatan lain dapat berkedudukan Ketiga adalah ahli waris ashabah ma al gharii, ialah bukan ashhabul furudh, ialah, anak perempuan, ayah, ahli waris menjadi ashabah karena bersama-sama saudara laki-laki dan saudara perempuan. dengan ahli waris yang lain, seperti saudara bersama- sama anak perempuan.
c. Dzawil Arham,116 menurut Sajuti Thalib117 adalah Kemudian pandangan pengelompokkan warisan patrilineal diartikan sebagai orang yang Syi‘ah menurut pandangan ini ahli waris hanya mempunyai hubungan darah dengan pewaris melalui dikelompokkan dua kelompok keutamaan saja, yaitu seorang anggota keluarga perempuan118, ahli waris kelompok dzul farai dh adalah kelompok yang utama, ini adalah: jika kelompok ini tidak ada barulah tampil kelompok (1) Anak dari anak perempuan; yang kedua yaitu dzul qarabat”. Kelompok dzul (2) Anak saudara perempuan; qarabat diperinci menjadi 3 kelompok, dengan (3) Anak perempuan dari saudara laki-laki; mendapat bagian bersama-sama, sehingga tidak (4) Anak perempuan dari paman; tersingkir.119 Adapun kelompok kecil tersebut adalah: (5) Paman seibu; (1). Kelompok pertama terdiri dari : ayah, ibu (6) Saudara laki-laki dari ibu; anak terus ke bawah; (7) Bibi atau saudara perempuan dari ibu; (2). Kelompok kedua terdiri dari : datuk dan (8) Saudara bapak yang perempuan; nenek saudara terus ke bawah; (9) Bapak dari ibu; (3). Kelompok ketiga, terdiri dari paman, bibi (10) Ibu dari bapak dari ibu; dan ; dari jurusan ayah dan ibu terus ke (11) Anak saudara seibu. bawah.120 116 Zakiyah Daradjad dkk, Ilmu Fiqh II, (Jakarta : Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, Departemen Agama ,1984), hlm. 70.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture