seperti tampak pada Gambar 35 berikut ini Gambar 35 Profil Parabolik Velocity

Seperti tampak pada gambar 35 berikut ini gambar 35

This preview shows page 52 - 56 out of 144 pages.

seperti tampak pada Gambar 3.5. berikut ini. Gambar 3.5. Profil Parabolik Velocity Aliran Laminar 3)
Image of page 52
Plotting antara shear stress versus shear rate dikenal dengan consistency curve , seperti tampak pada Gambar 3.6.. Fluida yang tidak mengandung partikel lebih besar dari ukuran molekul (misalnya air, larutan garam, minyak dan glycerine) memiliki consistency curve yang relatif lurus dari titik semula, fluida ini disebut Fluida Newtonian. Viskositas fluida Newtonian ditentukan dengan menghitung slope kurva konsitensinya. Suspensi fluida seperti halnya lumpur pemboran yang mengandung partikel lebih besar daripada ukuran molekul tidak mengikuti kaidah fluida Newtonian lagi, tapi dikelompokkan sebagai fluida Non-Newtonian . Hubungan antara shear stress dengan shear rate tergantung pada komposisi fluidanya. Teori Bingham (selanjutnya dikenal dengan Bingham Plastik) menggunakan dua parameter untuk mendeskripsikan fluida tersebut, yaitu yield point dan plastic viscosity . Shear stress yang dikenakan pada shear rate fluida Non-Newtonian menghasilkan plastic viscosity atau apparent viscosity atau effective viscosity , perhatikan Gambar 3.6. merupakan gambar kurva ideal model aliran untuk menggambarkan jenis fluida.
Image of page 53
Gambar 3.6. Kurva Ideal Model Aliran 7) Lumpur pemboran yang mengandung polymer dan sedikit atau tidak sama sekali partikel padatan memiliki shear rate yang besar meskipun juga memiliki yield point , namun dapat diabaikan, dan kenyataannya bahwa consistency curve dimulai pada titik mulanya, bukan dihitung setelah yield point . Perilaku pseudo plastik fluida ini dideskripsikan dengan Power Law yang menyatakan bahwa : ShearStress K ShearRate n ......................................................... (3-8) Parameter K adalah ukuran konsistensi sifat viskositas fluida. Sedangkan parameter n disebut flow-behavior index, merupakan ukuran penurunan plastik viscosity dengan bertambahnya shear rate , dimana kecilnya harga n menunjukkan besarnya harga penurunan plastic viscosity . Jika n = 1, fluida mempunyai sifat sama dengan fluida Newtonian, dan K sama dengan viskositasnya.
Image of page 54
Umumnya lumpur pemboran mempunyai sifat intermediate antara fluida Ideal Bingham Plastik dan Ideal Power Law. Karena gaya antar partikel- partikelnya, n dan K tidak konstan pada shear rate rendah. Lumpur mepunyai yield point tak tentu ( indefinite ) yang bernilai lebih kecil dari perkiraan dengan ekstrapolasi shear stress yang diukur pada shear rate yang tinggi. Gambar 3.6 . membedakan consistency curve ketiga model aliran tersebut. 2. Aliran Turbulen Pada aliran turbulen, fluida bergerak dengan kecepatan aliran yang lebih besar dan partikel-partikel fluida bergerak pada garis-garis tak teratur, sehingga menghasilkan aliran yang berputar. Fluida aliran turbulen merupakan fluktuasi velocity dan arah lokal yang acak. Velocity rata-rata bertambah dari nol pada dinding pipa hingga bernilai maksimum pada pusat axis pipa.
Image of page 55
Image of page 56

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 144 pages?

  • Fall '13

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture