Tahun 2014 cash ratio menaik 007 menjadi 5559 dikarenakan kenaikan penerimaan

Tahun 2014 cash ratio menaik 007 menjadi 5559

This preview shows page 11 - 13 out of 20 pages.

Tahun 2014 cash ratio menaik 0,07% menjadi 55,59% dikarenakan kenaikan penerimaan kas. (NB : Standard untuk cash ratio yang dinyatakan bagus adalah ≥50% ). b. SK Telecom Tahun 2012 cash ratio menurun 0,39% dari 24,74% menjadi 14,9% dikarenakan penurunan penerimaan kas, sedangkan jumlah hutang stabil. Tahun 2013 cash ratio menaik 0,55% menjadi 23,04% dikarenakan kenaikan penerimaan kas. Tahun 2014 cash ratio menurun 0,33% menjadi 15,39% dikarenakan penurunan penerimaan kas. Pada tahun ini juga terjadi penurunan hutang namun penurunan kas lebih drastis. Cash ratio 2 perusahaan diatas menunjukkan bahwa perusahaan Telkom Indonesia lebih mampu membayar hutang lancar dengan kas yang tersedia. Hal ini dapat kita lihat dari cash ratio Indonesia yang sudah mencapai lebih dari 50%, sedangkan Korea Selatan masih dibawah 50%. 4. Net Working Capital a. Telkom Indonesia Tahun 2012 net working capital menaik 5,15% dari Rp.(931.000) menjadi Rp.3.866.000 dikarenakan kenaikan asset lancar lebih besar daripada kenaikan hutang lancar. Tahun 2013 net working capital menaik 0,2% menjadi Rp.4.638.000 dikarenakan kenaikan asset lancar lebih besar daripada kenaikan hutang lancar. Tahun 2014 net working capital menurun 0,5% menjadi Rp.1.976.000 dikarenakan kenaikan hutang lancar. b. SK Telecom Tahun 2012 net working capital menurun 0,58% dari -556.111 won menjadi -880.474 dikarenakan kenaikan hutang lancar. Tahun 2013 net working capital menurun 4,82% menjadi- 5.123.415 won dikarenakan kenaikan hutang lancar. Tahun 2014 net working capital menaik 0,93% menjadi -337.162 won dikarenakan penurunan hutang lancar. Data diatas menunjukkan bahwa Telkom Indonesia lebih mampu menggunakan asset lancar perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya serta menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditur dan menjamin kelangsungan usaha di masa mendatang. Hal ini dikarenakan asset lancar Telkom Indonesia lebih besar daripada hutang lancarnya dan lebih besar daripada Korea Selatan, dimana Korea Selatan masih menghasilkan angka minus akibat hutang lancarnya yang cenderung lebih besar daripada asset lancar. 5. Debt to Equity Ratio a. Telkom Indonesia Tahun 2012 debt to equity ratio menurun 0,04% dari 69% menjadi
Image of page 11
70 Jurnal Ilmiah Methonomi Vol. 2 No. 2 (Juli Desember 2016) 66% dikarenakan kenaikan total hutang sebesar 5,51%. Tahun 2013 debt to equity ratio menurun 0,01% menjadi 65% dikarenakan kenaikan total hutang sebesar 13,82%. Tahun 2014 debt to equity ratio menurun 0,01% menjadi 64% dikarenakan kenaikan total hutang sebesar 8,40%. (NB : Standard untuk Debt to Equity ratio yang dinyatakan bagus adalah 90% ). b. SK Telecom Tahun 2012 debt to equity ratio menaik 0,09% dari 91% menjadi 0,99% dikarenakan kenaikan total hutang. Tahun 2013 debt to equity ratio menurun 0,1% menjadi 88% dikarenakan penurunan total hutang disaat total ekuitas menaik. Tahun 2014 debt to equity ratio menurun 0,05% menjadi 83% dikarenakan kenaikan total ekuitas lebih besar daripada kenaikan total hutang. Berdasarkan data olahan diatas, dapat kita lihat bahwa Telkom Indonesia dalam beroperasi, tingkat penggunaan dana pemegang saham lebih besar dibandingkan pinjaman dari luar, sedangkan SK Telecom jumlah pinjaman hampir sama dengan jumlah dana pemegang saham. Oleh karena itu debt to asset ratio Telkom Indonesia lebih kecil daripada SK Telecom.
Image of page 12
Image of page 13

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 20 pages?

  • Summer '18

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture