C adanya piutang tak tertagih mungkin tidak semua

This preview shows page 36 - 39 out of 67 pages.

c.Adanya piutang tak tertagih Mungkin tidak semua piutang dapat tertagih, hal ini bisa saja disebabkan debitur lari atau bankrut. Dapat saja timbul piutang macet atau tidak tertagih sama sekali, sehingga mengakibatkan adanya piutang tak tertagih (bad debt) sehingga perlu dibentuk cadangan piutang ragu-ragu yang dibentuk lewat penyisihan sebagian keuntungan penjualan. Pembentukan cadangan inilah merupakan salah satu bentuk biaya piutang. Jumlah biaya-biaya ini dapat bersifat seperti biaya perjalanan atau penagihan piutang. Jumlah ini berubah dari waktu ke waktu, karena : 1.Perbedaan jumlah nasabah yang harus dilayani 2.Perbedaan nilai piutang keseluruhan yang harus dikelola 3.Perbedaan fungsi piutang atau penjualan dengan kredit dari waktu ke waktu berhubungan dengan adanya perbedaan antara kondisi persaingan dan situasi ekonomi secara umum 4.Perbedaan jangka waktu kredit yang diberikan.
48Dari berbagai pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa biaya atas piutang timbul karena adanya resiko akibat piutang. Biaya atas piutang dapat berupa biaya administrasi, biaya pengumpulan piutang, biaya penghapusan piutang hingga biaya sumber dana apabila piutang tersebut tidak seluruhnya dapat tertagih. 2.1.4.5. Kebijakan Pengumpulan Piutang Adanya penjualan kredit, perusahaan melakukan setiap usaha untuk memperoleh pembayaran yang sesuai dengan syarat penjualan dalam waktu yang wajar. Kebijakan pengumpulan piutang menurut Muslich (2003:116) mengemukakan didalam kebijaksanaan ditentukan sistem penagihan yang harus dilakukan oleh konsekuensi biaya penagihan yang cukup besar. Tetapi penagihan yang intensif menyebabkan pula jumlah piutang yang tertagih lebih banyak, kerugian karena debitur yang tidak bertanggung jawabberkurang dan periode penagihan semakin cepat. Menurut Muslich (2003), kebijaksanaan kredit yang dimiliki umumnya menyangkut masalah kebijaksanaan pemberian kredit, kebijaksanaan pengawasan kredit, dan kebijaksanaan penagihan kredit.Adapun penjelasan dari kutipan tersebut sebagai berikut : 1.Kebijaksanaan kredit dimaksudkan agar perusahaan mempunyai suatu ukuran untuk menetapkan pelanggan yang memperoleh
49kredit, jumlah kredit yang diberikan, jumlah waktu dan syarat pembayaran kredit serta kondisi-kondisi yang harus dipenuhi oleh penerima kredit. 2.Kebijaksanaan pengawasan kredit memberikan pedoman tentang bagaimana penggunaan kredit yang diberikan kepada pelanggan dan tindakan-tindakan perbaikan apabila pelanggan tidak melaksanakan ketentuan yang diisyaratkan dalam pemberian kredit. 3.Kebijaksanaan penagihan memberikan pedoman tentang sistem penagihan yang mendorong pelanggan untuk membayar kewajibannya sebagaimana ketentuan yang disetujui. Perubahan kredit kepada pelanggan merupakan suatu keputusan yang menyangkut antara kenaikan profitabilitas disatu pihak dan resiko dipihak lain. Karena beban resiko yang harus ditanggung ini, maka perusahaan yang menjual produk maupun jasa secara kredit perlu memiliki pedoman kebijaksanaan.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture