aturan peraturan resmi pemerintah menteri dalam negeri kepala daerah kode etik

Aturan peraturan resmi pemerintah menteri dalam

This preview shows page 5 - 7 out of 24 pages.

aturan-peraturan resmi (pemerintah, menteri dalam negeri, kepala daerah) kode etik, literatur, jurnal ilmiah maupun arsip dan dokumen resmi instansi yang terkait dengan penelitian.
Image of page 5
222 Ekuitas: Jurnal Ekonomi dan Keuangan – Volume 19, Nomor 2, Juni 2015 : 217 – 240 Teknik Analisis Penelitian ini menggunakan beberapa tahapan sistematis yang terdiri dari proses reduksi fenomenologi ( horizonalization, clus- ters of meaning dan textural description) , variasi imajinatif (structural description) serta sintesis antara makna dan esensi (Creswell, 2007) yaitu sebagai berikut: Pertama, pe- neliti mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang pengalaman yang telah dikumpulkan. Peneliti me- meriksa kembali semua data yang diperoleh terutama dari segi kelengkapan, kejelasan makna, kesesuaian serta relevansinya de- ngan kelompok data lain. Kedua, membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang di- anggap penting untuk selanjutnya melaku- kan pengkodean data. Ketiga, menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh informan. Pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan per- tanyaan maupun yang bersifat tumpang tindih dihilangkan sehingga tersisa horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari fenomena yang tidak me- ngalami penyimpangan). Keempat, pernyataan-pernyataan yang relevan dikumpulkan ke dalam unit makna (unit/cluster of meaning) lalu ditulis gambar- an tentang bagaimana pengalaman terjadi. Kelima, mengembangkan textural description (mengenai fenomena apa yang terjadi pada informan) dan structural description (men- jelaskan bagaimana fenomena itu terjadi). Keenam, memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengala- man informan mengenai fenomena tersebut. Ketujuh, gabungan dari deskripsi gambaran (composite description) ditulis untuk me- nemukan fenomena penelitian. DUA SISI DILEMA ETIS AUDITOR Bentuk Dilema Etis: Individu di Luar Instansi yang Menempatkan Auditor Internal Dalam Dilema Auditor internal pemerintah dituntut untuk menjunjung tinggi profesionalitas dalam menjalankan profesi. Namun, se- bagai manusia biasa, auditor tidak serta merta dapat mewujudkan sikap profesional karena tidak dapat dipungkiri saat me- laksanakan pemeriksaan, ia dikelilingi oleh individu-individu dengan berbagai macam persepsi dan kepentingan yang seringkali berusaha menggoyahkan profesionalitasnya sebagaimana yang termuat dalam penutur- an Drs. Astra Super sebagai berikut: “Auditor ni kan memang ade tekanan lah, jadi kite pengen jadi lembaga yang bise independen gitu, ndak ngerase tertekan, jadi bise tenang melakukan tugas.” Bagaimana individu-individu di luar instansi dapat menempatkan auditor pada situasi yang dilematis? Berikut adalah per- nyataan-pernyataan mereka: Pertama, audi- tor mendapat intervensi dari obrik untuk tidak melaporkan temuan pemeriksaan.
Image of page 6
Image of page 7

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 24 pages?

  • Fall '17
  • DOSEN

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture