Nilai nilai moralitas atau norma termasuk dalam pertimbangan hati nurani la

Nilai nilai moralitas atau norma termasuk dalam

This preview shows page 3 - 5 out of 10 pages.

proses pengambilan keputusan yang didasarkan atas hati nurani dan rasionalitas. Nilai- nilai moralitas atau norma termasuk dalam pertimbangan hati nurani. la adalah constraints (batasan) dalam rangka pengendalian diri ( self control ). Sementara itu, rasionalitas lebih mengacu pada logika dan sistematika yang dikaitkan dengan tujuan pengambilan keputusan. Perilaku tidak etis mencerminkan gagalnya pengendalian diri. Keserakahan dan ketakutan dapat diatasi dengan pengendalian diri. Bentuknya berupa sikap ikhlas atau selalu bersyukur dalam setiap keadaan yang dihadapi. Jika sedang merasa gundah karena keinginan yang tidak tercapai, hadapilah dengan sikap ikhlas sembari bersyukur. Bahwa capaian itu merupakan hal terbaik baginya. Bahwa, betapapun kecilnya, masih ada capaian yang dihasilkan. Sebaliknya, jika sedang merasa senang karena hasil yang melebihi keinginan, bersyukurlah atas segala karunia yang diberikan. Wartakanlah rasa syukur itu dengan berbagi, Rasa syukur bukan berarti puas diri ( complacent ). Akan selalu ada hal yang lebih baik lagi untuk diraih bagi diri sendiri maupun untuk sesama umat. Itulah sebetulnya inti dari kebahagiaan yang menjadi tujuan hidup manusia. Sumber pengendalian diri dapat berupa pendidikan dari keluarga, agama, budaya, atau lingkungan sosial. Jika telah disepakati sebagai suatu kebenaran oleh lingkungan sosial, nilai-nilai moral, atau norma tersebut, pada dasarnya, telah menjadi hukum sosial yang dapat berupa hukum adat atau hukum agama. Oleh karena itu, tindakan 3
Image of page 3
yang menyimpang akibat gagalnya pengendalian diri hanya dapat diberikan sanksi oleh sumber sumber pengendalian diri tersebut. Sanksi-sanksi tersebat diberikan oleh lingkungan sosial dimana yang berangkutan berada dan sering disebut dengan sanksi sosial. 2.4 Regulasi Pencegahan bagi seseorang (pihak tertentu) untuk tidak melakukan tindakan tertentu juga dapat dilakukan melalui regulasi, baik dalam bentuk undang-undang maupun peraturan pemerintah. Jika etika merupakan norma-norma yang bersumber dari diri seseorang, hukum negara adalah ketentuan dari negara yang dapat dipaksakan. Sebagian dari hukum negara, barangkali berasal dari norma-norma sosial, yang telah diterima oleh masyarakat. Adopsi norma norma tersebut menjadi hukum negara yang mengandung arti bahwa norma-norma tersebut telah diterima sebagai kebutuhan negara. Jika etika tidak dilaksanakan atau organisasi yang bersangkutan tidak mampu mengatur diri sendiri, subjek-subjek tentang etika dapat diambil alih dengan cara regulasi. Karena sifatnya dapat dipaksakan, regulasi tentu lebih kuat dibandingkan dengan etika. Pelanggaran etika hanya dapat diadili oleh pengadilan etika yang bisanya dilakukan oleh masyarakat yang menetapkan etika tersebut dimana pelanggar etika merupakan bagian dari masyarakat tersebut. Pelanggaran etika juga dapat diadili oleh organisasi yang menaungi pelanggar yang bersangkutan. Dalam hal ini, organisasi tersebut menjadi organisasi regulasi mandiri ( self regulating organization ). Pelanggaran hukum, dapat berupa pelanggaran hukum pidana atau hukum perdata. Pelanggaran hukum pidana dapat dikenakan sanksi penjara atau sanksi uang dalam bentuk denda atau uang pengganti. Hukum perdata berkaitan dengan pihak pihak yang bersengketa.
Image of page 4
Image of page 5

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 10 pages?

  • Spring '16
  • Siti Resmi

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture