Integritas viskositas polimer juga penting untuk efektivitas buffer mobilitas

Integritas viskositas polimer juga penting untuk

This preview shows page 46 - 48 out of 54 pages.

Integritas viskositas polimer juga penting untuk efektivitas buffer mobilitas yang mengikuti injeksi surfaktan. Parameter lain seperti salinitas tidak dipertimbangkan walaupun memiliki signifikansi berpengaruh pada kinerja banjir surfaktan-polimer . (Gerbacia, 1978; Hirasaki, Miller and Puerto, 2011) Tujuan utama dari penelitian ini 41
Image of page 46
adalah untuk menunjukkan hal untuk mengukur ketidakpastian parametrik untuk proses injeksi kimia secara efisien dibandingkan dengan metode lainnya. Bisa juga dengan metode kolokasi probabilistik telah diterapkan untuk mengukur ketidakpastian parametrik untuk injeksi surfaktan-polimer. Koefisien kekacauan polinomial keluaran dipecahkan untuk menggunakan kuadratur Gaussian atau regresi linier. Polimer telah menginvasi fluida surfaktan tanpa efek pengenceran. Pengenceran pelacak IPA (cosurfactant) pada micellar bank tidak terjadi sampai etanol (ETOH) konsentrasi mulai meningkat. Saat polimer pertama kali diproduksi konsentrasi sulfonat berkurang. Keberadaan polimer dalam cairan surfaktan menyebabkan peningkatan yang tidak terduga dalam kehilangan sulfonat. Ini akan disebut polimer sulfonate interaksi (SPI). Pengenceran solusi surfaktan ini oleh mobilitas salinitas rendah penyangga bank , Pada fluida satu fasa, Dalam uji long-core tidak ada sulfonat lebih lanjut yang hilang di zona penyangga mobilitas-mikro pada 94% air, sejak profil sulfonat dan kosurfaktan (pelacak) berkumpul kembali. Meningkatkan polimer salinitas air sisa minyak mengurangi perpindahan efisiensi. Pemulihan minyak berkurang saat salinitas air polimer micellar slug sama dengan fluida surfaktan. Menariknya, pemulihan minyak ditingkatkan ketika air polimer mengikuti surfaktan slug memiliki salinitas yang lebih rendah (0,05N NaCl). Studi fase menunjukkan bahwa penurunan perolehan minyak mungkin disebabkan oleh peningkatan interaksi sulfonat-polimer. Sistem polimer-misel salinitas yang sama (0,23N NaCl) adalah diwakili oleh diagram fasa. fase saat diencerkan dengan polimer air salinitas yang sama. Konsentrasi cosurfaktan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan kelarutan sulfonat bila diencerkan dengan polimer salinitas yang sama air, Tes inti panjang dilakukan untuk memverifikasi bahwa micellar polymer yang semula satu fasa bisa menjadi dua fasa bila diencerkan dengan air polimer salinitas yang sama. Polimer ditambahkan ke fluida surfaktan untuk kontrol mobilitas. Konsentrasi sulfonat berkurang lebih cepat daripada konsentrasi kosurfaktan. Hal ini disebabkan karena perangkap fase sulfonat kedua yang berkembang pada pengenceran. Poliakrilamida dan polisakarida adalah dua kelas polimer umumnya dianggap sebagai agen kontrol mobilitas di aplikasi pemulihan minyak tersier. Jenis polimer tidak mempengaruhi perilaku fase secara signifikan.
Image of page 47
Image of page 48

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture