Pediococcus sp adalah anggota dari bakteri asam

This preview shows page 46 - 47 out of 70 pages.

Pediococcus sp. adalah anggota dari bakteri asam laktat yang mempunyai sifat homofermentatif dengan mengfermentasikan gula menjadi asam yang sebagian besar adalah asam laktat (Frazier, 1978). Amylomyces rouxii Calnette adalah kapang yang mempunyai peran mengubah beras ketan menjadi massa yang lunak dan berair (“Juicy”) dengan rasa manis sedikit flavor alkohol (Ko. 1972 dan Crronk, 1977). Diduga Amylomyces rouxii Calnette memulai fermentasi dengan mengubah zat tepung dalam beras ketan menjadi gula dan Endomycopsis fibuligera melanjutkan proses tersebut dan menghasilkan alkohol dan komponen-komponen flavor (Ko. 1972). e. Alat dan Bahan: - Beras ketan hitam dan putih - Ragi tape - Gelas beker - Timbangan triplebeam - Timbangan Analitik - Dandang - Pengaduk - Kain Kasa - Corong -Botol/ ermeleyer/ wadah tertutup f. Prosedur: 1. Bahan dibersihkan dan dicuci sesuai dengan yang dibutuhkan (timbang berat kotor dan berat bersih)
Image of page 46

Subscribe to view the full document.

47 2. Masak beras ketan putih dalam air mendidih dengan perbandingan 1:1 sampai air habis 3. Pindahkan beras ketan masak tersebut kedalam dandang dan kukus sampai masak. 4. Letakkan ketan kukus diatas baki yang bersih dan dinginkan. 5. Masukkan ke dalam gelas beker dan taburi dengan ragi tape yang sudah dihaluskan 0,5% (gr/gr), aduk rata dan diamkan selama 30 menit. 6. Masukkan ke wadah tertutup yang steril. 7. Kocok atau aduk substrat setelah di inkubasi selama 2 hari. 8. Inkubasi dilanjutkan selama 2 minggu. 9. Pisahkan cairan yang terbentuk dengan cara menyaring dengan kain kasa atau menggunakan pompa penyedot vakum. 10. Biarkan 1-2 malam agar terbentuk cairan jernih dan terbentuk endapan halus. 11. Pisahkan cairan jernih dari endapan dengan menggunakan pompa penyedot vakum dan kertas saring halus. 12. Pasteurisasi cairan bening yang diperoleh pada suhu 55-65 0 C selama 30 menit 13. Lakukan proses penuaan/ pemeraman (“aging proses”) dengan penyimpanan cairan bening tersebut dalam lemari es (13-18 0 C) selama 1-2 bulan. 14. Amati perubahan warna, rasa, aroma dan pH. 15. Produk dapat diencerkan dengan air, saring dan pembotolan. g. Daftar Pustaka : 1. Diunduh dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm/Fermentasi. 2013 2. Diunduh dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm/Arakberas. 2013 3. Somali, Lanita. 1983. Effect of Microorganisme on the Biochemical Characteristics of Rice Wine (“Brem Bali”). Thesis Maste r of Food Science. University of The Philipnes, Diliman, Quezon City. 4. Yoshizawa, 1977. In Steinkraus K.H. 1983. Handbook of indegenous Fermented Foods. Marcel Dekker, INC. New York Basel 5. Rose, A.H. and J.S. Harrison. 1973. Yeast Technology, The AVI Publishing Co.,Inc, Westport, Connecticut. 6. Ko, S.D, 1972. Tape Fermentation. Appl. Microbiol. 23 (5) : 976-978 3) TEMPE b. Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan dapat membuat tempe kedelai.
Image of page 47
You've reached the end of this preview.
  • Spring '15
  • Rika Fatimah