Dalam penelitian ini penulis menggunakan Profitabilitas yaitu Return On Assets

Dalam penelitian ini penulis menggunakan

This preview shows page 65 - 68 out of 107 pages.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan Profitabilitas yaitu Return On Assets (ROA) sebagai variabel dependen, selanjutnya Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel independen. Adapun definisi dan pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Dependen atau Y Menurut Sugiyono (2016: 39), Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah Profitabilitas yang diproksikan pada ROA. 2. Variabel Independen atau X Menurut Sugiyono (2016: 39), Variabel Independen adalah Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel dependen. Variabel dalam penelitian ini adalah a. Dewan Komisaris Dewan Komisaris Adalah organ perseorangan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai dengan
Image of page 65
48 anggaran dasar serta memberi nasihat kepada direksi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomer 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas: Jumlah, komposisi, kriteria,rangkap jabatan, hubungan keluarga, dan persyaratan lain bagi anggota dewan komisaris tunduk kepada ketentuan otoritas terkait. b. Dewan Direksi Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik didalam dan diluar pengadian sesuai dengan ketentuan anggaran dasar sebagaimana dimaksud dalam UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. c. Komite Audit Anggota Komite Audit setidaknya terdiri atas : seorang komisaris independen, seorang pihak independen yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi keuangan,dan seorang pihak indepenen yang memiliki keahlian di bidang perbankan syariah. d. Dewan Pengawas Syariah Dewan Pengawas Syariah adalah suatu fungsi dalam organisasi bank syariah yang secara internal merupakan badan pengawas syariah, dan secara eksternal dapat menjaga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat (Rustam, 2013:400-415).
Image of page 66
49 e. NPF Non Performing Financing (NPF) adalah rasio antara pembiayaan yang bermasalah dengan total pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah. Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia kategori yang termasuk dalam NPF adalah pembiayaan kurang lancar, diragukan dan macet. Rumus yang digunakan sesuai dengan ketetapan Bank Indonesia yaitu : NPF = x 100% Rasio NPF merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam mengatasi pembiayaaan bermasalah (kredit macet) atas total pembiayaan pada bank tersebut. (Ferly dan Ratna, 2014: 5). 3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Statistika Deskriptif Statistik deskriptif meliputi kegiatan mengumpulkan data, mengolah data dan menyajikan data. Penyajian ini menggunakan table, diagram, ukuran, dan gambar. Statistik deskiptif ditunjukan dengan frekuensi, ukuran tendensi sentral dan disperse. (Hendryadi, 2015:210).
Image of page 67
Image of page 68

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture